
Pengprov Diminta Tak Libatkan Atlet "Sulsel Maju"

"Ada aturan tentang batas usia atlet yang bisa tampil di Porda yakni maksimal 23 tahun. Namun itu tidak bisa menghalangi beberapa atlet yang memang masih cukup muda," katanya.
Makassar (ANTARA Sulsel) - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulawesi Selatan meminta pengurus olahraga tidak melibatkan atlet yang tergabung dalam program " Sulsel Maju" di Pekan Olahraga Daerah (Porda) XV Bantaeng 2014.
Ketua Bidang Pembinaan Prestasi KONI Sulsel Nukhrawi Nawir, di Makassar, Sabtu, mengatakan pengurus olahraga Sulsel sebaiknya lebih memprioritaskan atlet baru yang nantinya bisa memperkuat Sulsel diberbagai kejuaraan baik nasional dan internasional.
Menurut dia, memang tidak ada aturan soal larangan penggunaan atlet program Sulsel Maju di Porda. Namun berhubung tujuan Porda untuk melahirkan bibit atlet potensial sehingga penggunaan atlet PON dinilai tidak efektif.
"Kita khawatir dengan alasan meningkatkan prestasi membuat daerah tetap gunakan atlet berpengalaman. Kondisi itu justru membuat atlet baru tidak memiliki kesempatan untuk membuktikan kualitasnya," kata Sekretaris Umum IPSI Sulsel tersebut.
Saat ini, sebanyak 100 atlet terbaik Sulsel bergabung dalam program pembinaan Sulsel Maju yang diproyeksikan ke PON Jabar 2016. Atlet tersebut berasal dari berbagai cabang olahraga seperti karate, pencak silat, kempo, taekwondo, judo, renang, sepak takwar, dayung, anggar, termasuk balap motor.
"Ada aturan tentang batas usia atlet yang bisa tampil di Porda yakni maksimal 23 tahun. Namun itu tidak bisa menghalangi beberapa atlet yang memang masih cukup muda," katanya.
Berbeda dengan atlet Sulsel Maju. penggunaan atlet bayaran di Porda 2014 justru telah dipastikan tidak akan bisa berpartisipasi. KONI Sulsel bahkan telah menyiapkan sanksi tegas terhadap daerahyang tetap menurunkan atlet tersebut.
Ketua KONI Bantaeng Ahmad Karim, memastikan akan lebih memperketat proses registrasi atlet untuk menghindari penggunaan atlet bayaran di Porda.
Pihaknya juga meminta KONI Sulsel tidak ragu memberikan sanksi tegas bagi daerah yang tetap menggunakan atlet bayaran demi meraih prestasi pada ajang empat tahunan tersebut.
Menurut dia, Porda yang digelar setiap empat tahun itu dilaksanakan dengan tujuan mencari atlet yang bisa memperkuat Sulsel ditingkat nasional. Namun jika ternyata menggunakan atlet dari luar tentu merugikan Sulsel ke depan.
"Pelaksanaan Porda sebelumnya sempat terganggu akibat protes status atlet. Inipun yang ingin kita hindari dengan cara lebih memperketat registrasi atlet," ujarnya. A Budiman
Pewarta : Abd Kadir
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
