
Mega-Prabowo Komitmen Reschuduling Utang Negara

Makassar (ANTARA Sulsel) - Pasangan capres dan cawapres nomor urut satu, Mega-Prabowo berkomitmen melakukan rescheduling utang negara sebagai salah satu agenda ekonomi jika terpilih sebagai presiden dan wakil presiden RI.
Sekretaris Tim Pemenangan Nasional Mega-Prabowo, Fadli Zon, mengatakan dalam kampanye dialogis di Makassar, Sabtu petang, menjadwalkan kembali utang adalah salah satu solusi untuk menjawab persoalan keuangan yang membelit bangsa Indonesia saat ini.
"sepertiga anggaran digunakan untuk membayar cicilan utang juga cicilan bunga. Jika kondisinya seperti ini terus, tiap tahun hanya bayar utang maka lalu kapan kita bisa membangun bangsa ini," kata Fadli.
Dia menjelaskan, tahun 2009 ini, pemerintah menggunakan Rp106 triliun anggaran yang hanya dihabis untuk membayar cicilan utang.
Padahal dengan nilai sebesar itu, akan mampu dimanfaatkan untuk mengelola pertanian, membuat tanaman baru, mengucurkan kredit untuk pedagang kaki lima, nelayan dan petani.
"Olehnya pembayaran utang harus ditunda. Dan kebijakan ini didukung dengan komitmen yang kuat oleh pasangan Mega-Prabowo yang menjanjikan pertumbuhan ekonomi naik dua digit atau 10 persen dari tahun ini hanya 4 persen," ujarnya.
Menurutnya, jika pertumbuhan ekonomi hanya satu digit maka rakyat tidak akan sejahtera dan tidak mungkin sejahtera jika dengan menganut sistem liberalisme.
Megawati dan Prabowo, kata Fadli, menjanjikan rakyat pertumbuhan ekonomi dengan cepat melalui sistem ekonomi kerakyatan didukung tiga pilar yakni koperasi, BUMN dan swasta.
(T.PK-AAT/F003)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
