Logo Header Antaranews Makassar

Ramlan-Victor Fokus Lima Program Kerakyatan

Minggu, 22 September 2013 11:05 WIB
Image Print
"Sekarang ini kami telah menyusun agenda kerja untuk program lima tahun kedepan. Setidaknya, ada lima program utama yang akan dijalankan untuk membawa daerahnya keluar dari status kabupaten tertinggal," kata Bupati Mamasa, Ramlan Badawi di Mamuju, Mi

Mamuju (ANTARA Sulbar) - Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, masa bhakti 2013-2018, mengemukakan fokus terhadap lima program berbasis kerakyatan setelah keduanya resmi dilantik oleh gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh pada 18 September 2013 yang lalu.

"Sekarang ini kami telah menyusun agenda kerja untuk program lima tahun kedepan. Setidaknya, ada lima program utama yang akan dijalankan untuk membawa daerahnya keluar dari status kabupaten tertinggal," kata Bupati Mamasa, Ramlan Badawi di Mamuju, Minggu.

Menurutnya, lima agenda kerja ini akan tertuang dalam RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah) sebagai rujukan untuk dilaksanakan selama lima tahun kedepan.

Bupati petahana yang diusung partai Golkar, PKB dan beberapa parpol lainnya menuturkan, lima kebijakan pokok ini akan fokus pada program peningkatan pembangunan infrastruktur jalan, penanganan pembangunan di sektor kesehatan, pendidikan, penanggulangan kemiskinan serta menyiapkan Mamasa sebagai daerah destinasi wisata di Sulbar.

"Saya rasa lima program ini dipandang perlu untuk segera dilaksanakan khususnya pembangunan infrastruktur jalan. Hal ini juga berkaitan dengan janji politik kami selama masa kampanye," katanya.

Pembangunan infrastruktur jalan kata dia, menjadi agenda penting untuk mengeluarkan Mamasa sebagai kawasan daerah tertinggal.

Ia menyadari, buruknya infrastruktur jalan baik yang menghubungkan Kabupaten Polman ke Mamasa maupun jalan strategis nasional yang menghubungkan kabupaten Mamuju ke Mamasa, masih sangat terpuruk.

Namun demikian kata dia, ia optimisi penanganan jalan itu akan tuntas sebelum akhir masa jabatannya lima tahun kedepan.

"Pembangunan jalan yang menghubungkan Mamuju ke Mamasa hingga ke daerah Tana Toraja, Sulawesi Selatan akan rampung dalam waktu tiga tahun kedepan. Apalagi, kerja keras gubernur Sulbar telah berhasil meyakinkan pemerintah pusat untuk mengucurkan kelanjutan pembangunan jalan dari Mamuju ke Mamasa," ungkapnya.

Jika tidak ada aral melintang kata dia, pemerintah pusat telah mengalokasikan dana melalui APBN tahun anggaran 2014, senilai Rp420 milyar.

"Dukungan dana itu tentu masih perlu penambahan sehingga pusat akan kembali mengalokasikan dana di tahun 2015. Apalagi, status jalan ini sudah berubah menjadi strategis nasional. Bukan hanya itu, pusat telah menyetujui agar penanganan jalan ke Mamasa menjadi multiyears atau program tahun jamak," jelasnya.

Ramlan menuturkan, jika kondisi infrastruktur telah memadai maka implikasinya akan berdampak pada ekonomi masyarakat menjadi lebih baik.

Bukan hanya itu kata dia, daerah Mamasa yang memiliki sejuta peluang di sektor wisata akan menjadi tujuan wisatawan asing maupun nusantara.

"Daerah Mamasa memiliki potensi di sektor wisata. Namun begitu, pemerintah belum menggarap sektor wisata sebelum interkoneksi daerah berjalan lancar," ungkap Ramlan. M Taufik



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026