Logo Header Antaranews Makassar

Dinkes Sulbar Data Penderita HIV 33 Kasus

Kamis, 16 Januari 2014 13:08 WIB
Image Print
"Selama tahun 2013 jumlah penyebaran HIV di Sulbar mencapai 33 kasus sementara yang penderita Acquired immune deficiency syndrome (AIDS) mencapai tiga kasus," kata Kepala Dinkes Sulbar, Ahmad Azis di Mamuju, Kamis.

Mamuju (ANTARA Sulbar) - Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat mendata jumlah kasus penyebaran human immunodeficiency virus (HIV) mencapai 33 kasus selama tahun 2013.

"Selama tahun 2013 jumlah penyebaran HIV di Sulbar mencapai 33 kasus sementara yang penderita Acquired immune deficiency syndrome (AIDS) mencapai tiga kasus," kata Kepala Dinkes Sulbar, Ahmad Azis di Mamuju, Kamis.

Ia mengatakan, penyebaran HIV/AIDS yang merupakan virus berbahaya dan mematikan di Sulbar menjadi perhatian pemerintah untuk dilakukan sistem penanggulangannya.

Menurut dia, sistem penanggulangan HIV/AIDS sudah ada dibeberapa daerah, namun sistem yang ada belum terintegasi dengan baik karena tidka didukung sistem perawatan yang memadai.

"Pencegahan dan perawatan dalam penanggulangan HIV/AIDS adalah prioritas utama yang harus dilakukan secara teknis, dsan pemerintah daerah harus menyediakan dan meningkatkan sistem penanggulangan HIV/AIDS tersebut," katanya.

Ia mengatakan, dukungan sumber keuangan untuk penanggulangan HIV/AIDS berasal dari APBN dan APBD perlu ditingkatkan lagi untuk memaksimalkan penanggulangannya.

"Sumber keuangan yang berpotensi mendukung selain APBN dan APBD sebagai penunjang dapat berasal dari pihak masyarakat atau swasta maupun dapat diperoleh dengan cara membayar retribusi atau pajak bagi pihak-pihak yang menyediakan tempat hiburan malam, yang tentu harus dilakukan berdasarkan peraturan resmi pemerintah, ini perlu dimaksimalkan," katanya.

Ia juga berharap agar partisipasi masyarakat merupakan aspek yang potensial untuk menunjang penanggulangan HIV/AIDS

Oleh karena itu, sangat penting pemerintah melakukan tindakan guna meningkatkan, memperbaiki dan partisipasi kesadaran masyarakat dengan melakukan tindakan berupa penyebaran informasi, membuat program yang berhubungan dengan penanggulangan HIV/AIDS, Peningkatan kapasitas bagi lembaga-lembaga swadaya masyarakat.

"Secara subtansial penyediaan dan peningkatan penanggulangan HIV/AIDS tidak dapat dipisahkan maka peran sehingga Komisi Penanggulangan AIDS dan Dinkes ditingkat Kabupaten perlu diintegrasikan lagi, disamping peraturan pada tingkat peraturan daerah perlu diadakan sebagai instrumen dalam penanggulangan HIV/AIDS," katanya.Budi Suyanto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026