
FKPPI Sulbar Diminta Solid Sukseskan Pemilu

"Kader muda FKPPI harus bersatu padu menyukseskan Pemilu. Apalagi, banyak kader kita yang memilih bertarung di pemilu baik tingkat DPR RI, DPRD Sulbar maupun kabupaten," katanya.
Mamuju (ANTARA Sulbar) - Pengurus Daerah Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan Indonesia (PD FKPPI) Sulawesi Barat diminta tetap solid guna turut menyukseskan perhelatan Pemilihan Umum 9 April 2014.
"Tidak lama lagi Pemilihan Umum bergulir. Kami minta agar kader-kader FKPPI memanfaatkan momentum ini untuk ikut menyukseskan kegiatan lima tahunan ini," kata Sekretaris PD FKPPI Sulbar, H.Hamzah Hapati Hasan dalam acara Maulid Nabi Muhammad SAW yang dirangkaikan temu kader FKPPI di rumah jabatan ketua DPRD Sulbar di Mamuju, Sabtu.
Menurutnya, organisasi FKPPI merupakan wadah berhimpun bagi keluarga purnawirawan untuk melanjutkan misi perjuangan organisasi itu sendiri.
"Kader muda FKPPI harus bersatu padu menyukseskan Pemilu. Apalagi, banyak kader kita yang memilih bertarung di pemilu baik tingkat DPR RI, DPRD Sulbar maupun kabupaten," katanya.
Jika kader FKPPI sukses ke senayan maka yakinlah organisasi ini gaungnya akan semakin besar di Sulbar.
"Kebetulan Ketua PD FKPPI Sulbar, Hj Enny Anggraeni Anwar akan ikut bertarung dalam pemilu legislatif melalui Partai Golkar untuk daerah pemilihan Sulbar. Saya minta kader organisasi ikut mendukungnya," kata Hamsah yang juga ketua DPRD Sulbar dua periode.
Bukan hanya itu, kata dia, beberapa kader FKPPI juga bertarung di tingkat provinsi dan kabupaten pada Pemilu yang akan datang.
Sementara itu Ketua PD FKPPI Sulbar, Enny Anggraeni Anwar merasa terhormat dengan jabatan yang ia pegang saat ini.
"Momentum temu kader akan saya manfaatkan dengan baik. Mari kita menjaga kebersamaan dalam mewujudkan cita-cita para pejuang terdahulu," katanya.
Enny yang juga istri Gubernur Sulbar menambahkan, organisasi ini perlu diperkuat lagi melalui penguatan program yang akan dilaksanakan di masa mendatang. T Susilo
Pewarta : Oleh Aco Ahmad
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
