
Kapolsek Pukul Ketua PPK

Sidrap, Sulsel (ANTARA Sulsel) - Kapolsek Panca Lautang, Sidrap, Sulawesi Selatan (Sulsel), AKP Basri, dilaporkan melakukan pemukulan terhadap ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Panca Lautang, Idris.
Wartawan ANTARA di Sidrap, Sulsel, Senin, melaporkan aksi pemukulan terhadap warga Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulsel itu terjadi di Kantor Camat Panca Lautang.
Aksi pemukulan itu dipicu oleh kesalahpahaman antara Kapolsek Panca Lautang, AKP Basri, dengan korban, Idris, yang disaksikan sejumlah anggota PPK Panca Lautang dan staf kantor kecamatan.
"Saat itu, Ketua PPK Panca Lautang beserta anggotanya sedang asyik mengatur logistik pilpres untuk diantar ke desa-desa dan kelurahan, namun Kapolsek Panca Lautang itu tiba-tiba datang dan marah-marah," ujar sumber minta namanya dirahasiakan.
Namun hal itu dibenarkan Ketua PPK Panca Lautang, Idris yang dihubungi terpisah.
Ia mengaku tak habis pikir dengan sikap AKP Basri yang tiba-tiba memukulnya.
"Saya sangat heran kenapa kapolsek tega langsung menghantam saya pakai kursi, padahal saya dan dia sebelumnya sempat duduk sama-sama dan berjabat tangan," ujar korban, Idris.
Tentang distribusi logistik, ia mengatakan hal itu menjadi urusan PPK di tingkat kecamatan dan menjadi tanggung jawab PPS di tingkat kabupaten/kota. Saya heran, kenapa kapolsek tiba-tiba marah ke saya dan memukul saya pakai kursi," katanya.
Akibat penganiayaan itu, ia mengalami luka serius di bagian lengannya. "Luka saya di bagian lengan saja. Itu terjadi karena saat kursi itu mengarah ke bagian kepala saya, saya berusaha menghalanginya pakai tangan," katanya.
Sejumlah anggota PPK dan PPS di Kecamatan panca Lautang turut prihatin dengan kejadian yang dialami ketuanya. "Itu preseden buruk bagi aparat polri di Sidrap. Sejatinya, polisi itu melindungi kita, bukan sebaliknya memukul warga," ujar ketua PPS Lajonga, Alwi.
Alwi berharap, Kapolres Sidrap AKBP Ponadi SIK segera bersikap dan tidak hanya tinggal diam dalam kasus itu.
"Bagaimanapun, kasus itu sudah mencederai citra kepolisian. Terlebih lagi, korban (Idris) baru saja sembuh dari sakitnya. Pokoknya, kita semua berharap agar kasus diusut tuntas," katanya.
Secara terpisah, Ketua KPU, M Yasin S.Ag., mengatakan kasus itu terjadi karena miskomunikasi saja.
"Selaku atasan, saya sudah berupaya melakukan pendekatan secara persuasif terhadap anggota PPK dan PPS di wilayah itu agar kejadian itu tidak menimbulkan ekses terhadap penyelenggaraan pilpres," katanya.
Menanggapi hal itu, Kapolres Sidrap, AKPB Ponadi SIK juga turut menyayangkan terjadinya peristiwa tersebut.
"Selaku atasan, saya sudah meminta Kapolsek Panca Lautang, AKP Basri agar segera mengambil jalan damai. Terus terang, hal itu sangat mengejutkan saya," katanya.
Mantan Kapolres Bulukumba itu berjanji akan memproses kasus itu ke pengadilan dan akan mencopot jabatan AKP Basri sebagai Kapolsek Panca Lautang.
"Sekali lagi, kasus itu tidak boleh terjadi lagi, apalagi kita ini menghadapi agenda nasional, yakni pemilu presiden dan wakil presiden," katanya.
T.PSO-098/E011)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
