
Pemkot Makassar Ajak Pemilih Pemula Sadari Haknya

"Jika sekarang para remaja yang sudah masuk kategori pemilih pemula tidak menggunakan hak pilihnya, maka angka partisipasi pemilih dipastikan tidak akan bertambah dan itu adalah kerugian bagi bangsa ini," kata staf ahli Wali Kota Makassar Chaeril And
Makassar (ANTARA Sulsel) - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Pemerintah Kota Makassar mengajak para remaja yang telah berumur 17 tahun untuk menggunakan hak pilihnya pada setiap momentum pemilihan umum (Pemilu) Legislatif, Presiden maupun dan kepala daerah.
"Jika sekarang para remaja yang sudah masuk kategori pemilih pemula tidak menggunakan hak pilihnya, maka angka partisipasi pemilih dipastikan tidak akan bertambah dan itu adalah kerugian bagi bangsa ini," kata staf ahli Wali Kota Makassar Chaeril Andi Tau di Makassar, Senin.
Ia mengatakan, pemilih pemula yang berumur 17 tahun merupakan pemilih potensial yang dinilai mampu meningkatkan angka partisipasi pemilih dimana dalam setiap momentum pemilihan cenderung statis dan menurun.
Karena itu, dirinya bersama semua unsur musyawarah pimpinan daerah dan akademisi akan selalu menyosialisasikan mengenai pentingnya menggunakan hak pilih di hari pemilihan.
"Pemuda khusunya siswa yang termasuk pemilih pemula harus memahami dan mengerti bahwa peran aktif mereka dalam memilih akan menentukan arah bangsa dalam lima tahun ke depan. Jangan sampai generasi mudah bersikap acuh atau bahkan antipati terhadap politik,"ujar Chairul dalam Sosialisasi Pendidikan Dini Politik bagi Generasi Muda, di Hotel Prima Makassar.
Sementara panitia pelaksana sosialisasi, Idham Akbar yang juga Kepala Bidang hubungan antar lembaga kantor Kesbang Makassar itu mengatakan tujuan kegiatan dimaksudkan untuk memberi pemahaman sejak dini bagaimana menggunakan hak politik dan bagaimana sistem perpolitikan Indonesia saat ini.
"Kita titik beratkan pada peran generasi muda dalam mewujudkan pesta demokrasi melalui pemilihan umum. Dengan memberikan pmahaman dini bagi siswa siswi SMU yang menjadi pemilih pemula," kata Idham.
Beberapa materi yang akan disajikan dalam sosialisasi selama dua hari ini diantaranya peran pemerintah dalam meningkatkan pemahaman berpolitik bagi generasi muda yang dibawakan langsung Kepala Bagian Kesbangpol Provinsi Sulawesi Selatan Ahmadi Junaid.
Kemudian materi Pendidikan Politik Sebagai Sarana Perwujudan Perilaku Politik Yang Bermartabat oleh akademisi Universitas Muhammadiyah Makassar Arqam Azikin.
Sebelumnya, Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin menyebutkan, dalam beberapa momentum pemilihan umum angka partisipasi pemilih di Sulsel belum sampai diangka 75 persen dan masih tetap berkutat diangka 59 hingga 71 persen.
Untuk Makassar sendiri, termasuk daerah yang partisipasi pemilihnya paling rendah. Bahkan partisipasi itu terus mengalami penurunan. Di Pemilu 2009 misalnya di angka 71 persen dan di pemilihan gubernur (Pilgub) turun sekitar 10 persen, yakni 60.54 persen.
Pada Pemilihan Kepala Daerah Makassar 2013, tingkat partisipasi itu kembali diuji dan bahkan mengalami penurunan jika dibandingkan dengan pemilihan gubernur yang hanya partisipasinya itu sekitar 59,94 persen.
"Kesalahan kita saat ini ketidak mampuan parpol memberikan pembelajaran politik ke masyarakat. Kalau masyarakat sekarang pendekatannya prakmatis, salahnya parpol. Parpol cenderung bekerja satu tahun, itupun pada saat jelang pemilu," ucap Ilham. Agus Setiawan
Pewarta : Oleh Muh Hasanuddin
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
