Logo Header Antaranews Makassar

Sulbar tidak Buka Program Transmigrasi Tahun 2014

Jumat, 21 Maret 2014 19:57 WIB
Image Print
"Kami berikan beras untuk kebutuhan pangan mereka, itulah program pembinaan yang dilakukan di samping memberikan pelatihan mengembangkan pertanian bekerjasama dengan Dinas Pertanian Provinsi Sulbar," katanya.

Mamuju (ANTARA Sulbar) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat tidak membuka program transmigrasi dari daerah luar di tahun 2014 karena terbatasnya lahan untuk dikelola transmigran.

Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Provinsi Sulbar, Benyamin di Mamuju, Jumat mengatakan, lahan di Sulbar terbatas karena sebelumnya setiap tahun pemerintah di Sulbar menerima transmigrasi.

Menurut dia, tahun 2012 Sulbar menerima sekitar 100 kepala keluarga transmigran dari Pulau Jawa dan penduduk lokal Sulbar, terdiri dari 50 KK dari Pulau Jawa dan 50 KK dari penduduk lokal Sulbar.

Ia mengatakan, sekitar 100 KK transmigran itu ditempatkan di Desa Botteng Passembu, Kecamatan Mehalaang, Kabupaten Mamasa.

Kemudian kata dia, pada 2011 juga diterima lagi 75 transmigran dari Provinsi Banten dan Jawa Timur, sementara sekitar 75 orang lainnya merupakan penduduk lokal, yang juga ditempatkan di Kabupaten Mamasa.

Menurut dia, karena tidak menerima transmigrasi tahun ini, maka pemerintah di Sulbar hanya melakukan pembinaan terhadap transmigrasi yang sebelumnya diterima itu.

"Kami berikan beras untuk kebutuhan pangan mereka, itulah program pembinaan yang dilakukan di samping memberikan pelatihan mengembangkan pertanian bekerjasama dengan Dinas Pertanian Provinsi Sulbar," katanya.

Ia mengatakan, pemerintah di tingkat Kabupaten juga hanya memberikan pembinaan dengan memberikan jatah hidup (Jadup) bagi transmigran seperti pemenuhan kebutuhan lauk pauknya.

Benyamin mengharapkan dengan program transmigrasi yang dibuka di Mamasa dapat memberikan dampak ekonomi kepada transmigran di lokasi tempat hidup baru mereka di Mamasa.

"Mudah-mudahan transmigrasi di Mamasa dapat membukakan lapangan kerja bagi masyarakat yang menjadi transmigran yang ada di sana dengan memanfaatkan lahan pertanian yang dibagikan pemerintah sehingga pemerintah juga dapat menyiapkan lapangan kerja maksimal bagi masyarakatnya," katanya.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026