
Usai Mencentang empat Warga Hanyut Terbawa Arus

Lutra, Sulsel (ANTARA Sulsel) - Empat warga Dusun Waerinni, Desa Lembang-lembang, Luwu Utara, Sulawesi Selatan, dilaporkan hanyut terbawa arus Sungai Waerinni, usai melakukan pencentangan, Rabu.
Ke empat warga diketahui Yurnia (31) Irpan (4) Rustam (35) dan Elmatiana (5) Dua diantarnya tercatat sebagai daftar pemilih tetap (DPT) di TPS 03 Dusun Sukamakmur.
Informasi yang dihimpun, Rustam yang setiap harinya berprofesi sebagai sebagai pengantar warga melalui sungai itu. Sedangkan, Irpan dan Elmatiana adalah keponakan Yurnia. Mereka menyebrangi sungai itu untuk melakukan pencentangan di TPS 3 dusun Sukamakmur.
Awalnya, sekitar pukul 10.00 Wita, Yurnia menyeberang sungai membawa dua keponakannya untuk menggunakan hak pilihnya. Usai melakukan pencentanga, Yurnia kemudian berniat kembali ke rumahnya, namun nahas karena ditengah perjalanan kapal tersebut tenggelam akibat hantaman ombak.
Setelah beberapa saat, Yurnia kemudian diselamatkan oleh warga yang melihat kejadian itu. Sedangkan, keponakannya, Irpan sempat hanyut dan tersangkut di jembatan darurat yang hampir rusak, dan diselamatkan oleh warga sekitar.
Sementara itu, dua orang lainnya, Rustam dan Elmatiana langsung tenggelam. Sehingga warga setempat tidak sempat melihat keberadaan kedua orang itu.
"Saat perahunya terbalik, Rustam dan Elmatiana tidak muncul lagi," kata saksi korban, Yurnia.
Yurnia menambahkan, perahu itu merupakan satu-satunya alat transportasi warga dusun Waerinni. Sebenarnya, di sekitar sungai itu ada jembatan darurat. Namun, beberapa minggu terakhir, jembatan itu sudah tidak bisa digunakan karena sudah rusak.
"Tidak berani saya pake jembatan itu karena berbahaya sekali, sudah rusak bagian tengahnya," kata Yurnia.
Untuk membantu pencarian korban, puluhan anggota Taruna Tanggap Bencana (Tagana) dari Dinsos Luwu Utara beserta warga sekitar yang masih melakukan pencarian terpaksa menghentikan pencarian sekitar pukul 17.00 Wita.
Pencarian itu dihentikan mengingat waktu yang menjelang malam dan kondisi air yang semakin keruh. Pencarian rencananya akan dilanjutkan, kamis 9 juli hari ini.
(T.PK-MH/S016)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
