
Pengprov Olahraga Siap Pimjamkan Peralatan Porda

"Sama halnya ketika pelaksanaan Porda Pangkep 2010, secara umum peralatan memang dipinjam dari Pengprov olahraga Sulsel. Pengurus olahraga juga memahami dan tentu tidak masalah demi kelancaran Porda 2014," katanya.
Makassar (ANTARA Sulsel) - Pengurus Provinsi cabang olahraga di Sulawesi Selatan siap membantu meminjamkan peralatan olahraga yang akan digunakan pada Pekan Olahraga Daerah (Porda) XV Kabupaten Bantaeng, September 2014.
Sekretaris Umum KONI Sulsel Addien, di Makassar, Selasa, mengatakan itu menanggapi keluhan pihak tuan rumah Bantaeng yang menyebutkan beberapa peralatan cabang olahraga tidak tersedia di daerah tersebut.
"Sama halnya ketika pelaksanaan Porda Pangkep 2010, secara umum peralatan memang dipinjam dari Pengprov olahraga Sulsel. Pengurus olahraga juga memahami dan tentu tidak masalah demi kelancaran Porda 2014," katanya.
Meski demikian, kata dia, Kabupaten Bantaeng selaku tuan rumah tentu tetap harus menyiapkan biaya pengiriman atau transportasi dari Makassar ke Bantaeng atau sebaliknya. Sebab jika membebankan kembali ke pengprov tentu akan lebih sulit.
Cabang olahraga yang membutuhkan peralatan cukup banyak yakni senam, dan atletik. Adapun untuk cabang olahraga bela diri seperti pencak silat, karatek, kempo, judo, dan tinju tentu saja membutuhkan matras atau ring tinju.
"Jadi tuan rumah harus mempersiapkan biaya pengiriman. Untuk pelaksanaan Porda biasanya memang meminjam dari pengurus olahraga, saya kira tidak ada masalah,` katanya.
Sekretaris Umum TI Sulsel Muahmmad Tahir, mengatakan pihaknya memang membatalkan keinginan menerapkan sistem elektornik yakni Protector Scoring System (PSS) pada pelaksanaan Pekan Olahraga Daerah (Porda) XV Bantaeng 2014, karena keterbatasan alat.
Untuk bisa menerapkan sistem penilaian menggunakan elektronik maka dibutuhkan minimal 12 pasang alat yang akan ditempatkan pada bagian tubuh atlet tersebut.
`Kita hanya punya empat pasang peninggalan PON Riau 2012. Kami juga tidak bisa memaksakan karena alat PSS ini memang memiliki ukuran beragam tergantung kelas sehingga tidak bisa tukar pakai," jelasnya.
Pengrov TI Sulsel sejak awal memang sudah meminta ke pihak tuan rumah Kabupaten Bantaeng, untuk bisa menyiapkan peralatan tersebut. Namun hingga menjelang pelaksanaan ternyata belum ada kepastian dari pihak penyelenggara.
Peralatan PSS ini, kata dia, memang bisa disewa. Namun pihaknya melihat tidak ada keseriusan pihak penyelenggara untuk menyiapkan dan digunakan di Porda untuk pertama kalinya tersebut.
Menurut dia, penggunaan PSS memang penting. Sebab pelalatan ini sudah resmi diterapkan di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2012. penggunaan PSS di Porda Bantaeng 2014 juga akan membuat atlet semakin terbiasa sehingga lebih mengerti bagaimana cara kerja alat tersebut.
"Berhubung tidak ada upaya serius maka kita putuskan menggunakan sistem penilaian manual atau menggunakan juri dari berbagai sisi," ujarnya. M Yusuf
Pewarta : Abd Kadir
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
