
Surakarta Belajar Pengendalian Kemiskinan di Makassar

"Sengaja kami memilih Kota Makassar karena sebelum studi banding dilakukan, saya mengumpulkan data-data dari seluruh daerah dan akhirnya Makassar yang dipilih karena cukup berhasil menanggulangi kemiskinan itu," ujarnya di Makassar, Kamis.
Makassar (ANTARA Sulsel) - Wakil Wali Kota Surakarta Ahmad Purnomo bersama jajarannya melakukan studi banding ke Makassar untuk mempelajari kebijakan Pemerintah Kota Makassar dalam upaya penanggulangan kemiskinan.
"Sengaja kami memilih Kota Makassar karena sebelum studi banding dilakukan, saya mengumpulkan data-data dari seluruh daerah dan akhirnya Makassar yang dipilih karena cukup berhasil menanggulangi kemiskinan itu," ujarnya di Makassar, Kamis.
Rombongan Wakil Wali Kota Surakarta itu diterima langsung Waki Wali Kota Makassar Syamsu Rizal di ruang pola dan memaparkan semua programnya yang dinilainya pro rakyat.
Syamsu Rizal dalam diskusi santai itu memaparkan terkait tim koordinasi penanggulangan kemiskinan (TKPK) yang dibentuk sesuai dengan keputusan Wali Kota Makassar nomor 050.05/657/Kep/III/2014 yang salah satu kinerja TKPK kota Makassar adalah menyusun dokumen strategi penanggulangan kemiskinan kota Makassar tahun 2012-2017.
Bukan cuma itu, juga untuk memperbaiki program perlindungan sosial, meningkatkan akses terhadap pelayanan dasar, pemberdayaan kelompok masyarakat miskin dan menciptakan pembangunan yang inklusif.
"Untuk jumlah keluarga miskin di kota Makassar tahun 2006 mencapai 70.160 Kepala keluarga, 2007 turun menjadi 68.356 KK, dan di tahun 2013 masih tersisa 49.556 KK," katanya.
Sedangkan anggaran penanggulangan yang digunakan pada tahun 2011 sebesar Rp105 miliar, 2012 ditingkatkan menjadi Rp117 miliar, 2013 mencapai Rp156 miliar dan ditahun 2014 mencapai Rp164 miliar.
TKPK Kota Makassar juga menjalin kemitraan dengan sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM/NGO) diantaranya YKPM (Yayasan Pengkajian dan Pemberdayaan Masyarakat).
Yayasan Tifa untuk melaksanakan audit sosial, dan SAPA (Strategic Alliance for Poverty Alevation) untuk meningkatkan kapasitas TKPKD dalam mengembangkan inovasi dan koordinasi lintas sektoral di tingkat nasional dan daerah.
Membuat program penanggulangan kemiskinan lebih responsif, juga membantu menyiapkan infrastruktur database kemiskinan sehingga kondisi kemiskinan mudah terdeteksi hingga ke tingkat masyarakat bawah.
Selain terkait TKPKD, pasangan Danny Pomanto ini pun memperkenalkan visi misi kota Makassar yakni mewujudkan kota dunia yang nyaman untuk semua, tata lorong bangun kota dunia.
"Dengan misi merekonstruksi nasib rakyat menjadi masyarakat yang sejahtera kelas dunia, mereformasi tata ruang kota menjadi kota nyaman kelas dunia, mereformasi tata pemerintahan menjadi pelayanan publik kelas dunia bebas koruspi, melalui delapan jalan masa depan," ungkapnya.
Salah satu jalan dari delapan jalan menuju masa depan untuk merekontruksi nasib rakyat yakni dengan hidup hijau dengan kebun kota pembuatan kebun hijau produktif secara vertikal pada lorong-lorong seluruh kota.
"Untuk mendukung program kebun hijau, pemerintah menggandeng wiraswasta, seperti indomaret untuk memberikan ruang bagi masyarakat untuk memasarkan hasil vertikal garden," tambahnya. Biqwanto
Pewarta : Muh Hasanuddin
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
