
Makassar dan Enrekang Rebut Dua Emas Peparprov

Bantaeng, Sulsel (ANTARA Sulsel) - Kota Makassar dan Kabupaten Enrekang, Sulsel, masing-masing merebut dua medali emas pada Pekan Paralympic Provinsi (Peparprov) III Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, 9-16 September 2014.
Dua emas Makassar itu masing masing dipersembahkan Rabiah (klasifikasi tuna netra tunggal putri) serta pasangan Zuhria Hasan/Melisa yang turun pada klasifikasi ganda campuran putri disabilitas.
Sementara Kabupaten Enrekang berhasil mengoleksi dua medali emas melalui Habibi (klasifikasi tuna grahita tunggal putra) serta ganda campuran putra disabilitas dari pasangan Ilham dan Takdir.
Pasangan Enrekang ini berhasil mengalahkan pasangan tuan rumah Bantaeng yakni Hasnawi dan Benny. Sementara untuk medali perunggu bersama diraih pasangan Farauk/Amiruddin (Makassar), dan Pammu/Ssri asal Kabupaten Soppeng.
Ketua KONI Makassar Agar Jaya, mengatakan menghadapi Peparprov III 2014 menurunkan sebanyak 38 atlet. Seluruh atlet paralimpik Makassar tampil pada enam cabang olahraga yang dipertandingkan seperti tenis meja, bulu tangkis, renang, atletik, catur dan angkat berat.
Dengan kekuatan 38 atlet ditargetkan bisa menjadi juara umum. Pihaknya juga menyiapkan bonus bagi seluruh atlet peraih medali termasuk dari Peparprov. Bahkan bonus yang disiapkan sama dengan peraih medali pada pekan Olahraga Daerah (Porda) XV yang digelar secara bersamaan.
Kota Makassar telah menjanjikan bonus sebesar Rp6 juta bagi atlet peraih medali emas pada Porda dan peparprov 2014. Jumlah bonus yang akan diberikan mengalami kenaikan dua hingga tiga kali lipat dari yang diperoleh atlet pada Porda Pangkep 2010.
Pada penyelenggaran Porda Pangkep 2010, Kota Makassar memberikan bonus sebesar Rp 3 Juta bagi peraih medali emas. Sedangkan untuk ajang pepaprov yang digelar bersamaan diberikan bonus sebesar Rp2 juta bagi atlet paralimpik.
Menurut dia, bonus tersebut memang hanya untuk atlet peraih emas nomor perorangan. Adapun untuk kategori beregu, pihaknya akan memberikan sebesar Rp4 juta. Peraih perak akan mendapatkan Rp3 juta (perorangan) dan Rp2 juta untuk beregu.
Begitupun dengan perolehan medali perunggu dengan memberikan sebanyak Rp 2 Juta untuk perorangan dan Rp1,5 juta untuk beregu.
Hal serupa juga berlaku bagi para pelatih dan mekanik yang juga akan mendapatkan bonus yang lebih besar yakni sebanyak Rp1,5 juta (emas), Rp750 ribu (perak) serta Rp300 ribu untuk medali perunggu.
"Untuk atlet Porda mengalami peningkatan dua kali lipat dan atlet pepaprov sebanyak tiga kali lipat. Pada pelaksanaan Porda 2014 ini memang nilainya disamakan antara atet Porda dan Pepaprov atau yang sebelumnya masih Porcada," katanya. J Suswanto
Pewarta : Abd Kadir
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
