
Legislator Ingatkan Bupati Mimika Perketat Anggaran Proyek

"Diukur dari besaran APBD setiap tahun yang dianggarkan, seharusnya banyak hasil lebih yang dapat dicapai oleh pemerintah dan masyarakat Mimika. Kami berharap sejak awal masa jabatan Eltinus Omaleng-Yohanis Bassang sebagai Bupati-Wakil Bupati Mimika
Timika (ANTARA Sulsel) - Ketua Komisi A DPRD Mimika Athanasius Allo Rafra mengingatkan Bupati Mimika Eltinus Omaleng untuk memperketat penganggaran setiap proyek yang dikerjakan oleh satuan kerja perangkat daerah.
Berbicara kepada Antara di Timika, Selasa, Allo Rafra mengatakan setiap tahun APBD Mimika merupakan yang terbesar di Provinsi Papua, di mana pada 2014 mencapai Rp2,068,853 triliun.
Namun secara faktual, katanya, masyarakat Mimika terutama di kampung-kampung pedalaman masih banyak yang belum merasakan dan menikmati pembangunan.
"Diukur dari besaran APBD setiap tahun yang dianggarkan, seharusnya banyak hasil lebih yang dapat dicapai oleh pemerintah dan masyarakat Mimika. Kami berharap sejak awal masa jabatan Eltinus Omaleng-Yohanis Bassang sebagai Bupati-Wakil Bupati Mimika harus diambil langkah-langkah konkret terhadap pelaksanaan setiap program dan kegiatan sehingga hasilnya betul-betul terlaksana dan bermanfaat bagi masyarakat," kata Allo Rafra.
Menurut dia, Bupati Mimika Eltinus Omaleng harus melakukan langkah penghematan anggaran, terutama dari pos-pos yang berpotensi sumber pemborosan.
Allo Rafra mencontohkan salah satu proyek yang terkesan merupakan pemborosan anggaran yakni penimbunan area Pasar Sentral Timika tahun anggaran 2010 yang menelan anggaran Rp15.155.888.
Ia menilai anggaran penimbunan Pasar Sentral Timika itu terlalu fantastis dan tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan. Pasalnya, jarak lokasi pengambilan material dengan Pasar Sentral Timika sangat dekat (tidak sampai satu kilometer).
"Jika harga material timbunan Rp200 ribu per ret maka material timbunannya mencapai 75.779 ret. Jika harganya Rp300 ribu per ret maka material timbunannya mencapai 50.519 ret dan jika harganya Rp500 ribu maka material timbunan Pasar Sentral mencapai Rp30.311 ret. Pertanyaan kami, apakah untuk menimbun Pasar Sentral Timika dibutuhkan material sebanyak itu dan anggaran sebesar itu," tanya Allo Rafra.
Ia juga menilai pembangunan tahap pertama dua unit bangunan blok A1 di Pasar Sentral Timika pada 2010 senilai Rp12,860 miliar yang sampai saat ini masih terbengkalai merupakan pemborosan anggaran.
Padahal untuk membangun los-los dan kios-kios di Pasar Sentral Timika pada 2007 yang sudah dimanfaatkan hingga saat ini hanya dialokasikan anggaran sebesar Rp9,1 miliar.
Beberapa pos anggaran yang berpotensi merupakan pemborosan anggaran daerah seperti perbaikan air condition (AC), pemeliharaan kendaraan bermotor yang nilainya mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah per tahun. Asrama mahasiswa
Dalam kesempatan itu, Allo Rafra mengingatkan Bupati Mimika Eltinus Omaleng dan jajarannya agar menata dan mendata kembali penghuni asrama Pemkab Mimika di bebarapa kota studi seperti asrama Waena, asrama Expo, asrama Padang Bulan dan asrama Tanah Hitam di Jayapura. Selain itu asrama Inhoftank di Bandung, asrama di Manado dan lainnya.
Penataan dan pendataan kembali penghuni asrama-asrama itu dilakukan lantaran diketahui ada mahasiswa dari kabupaten lain ikut menempati asrama-asrama yang diperuntukkan bagi mahasiswa asal Mimika. N. Yuliastuti
Pewarta : Evarianus Supar
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
