Logo Header Antaranews Makassar

Cegah intoleransi, Kemenag Sulsel dan Polda perkuat pembinaan

Senin, 20 Oktober 2025 20:58 WIB
Image Print
Kepala Kanwil Kemenag Sulsel Ali Yafid saat menerima kunjungan Direktur Binmas Polda Sulsel Kombes Pol Anang Triarsono untuk membahas kerja sama dalam penguatan nilai-nilai moderasi beragama di tengah masyarakat di Makassar, Senin (20/10/2025). ANTARA/HO-Kemenag Sulsel

Makassar (ANTARA) - Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sulawesi Selatan (Sulsel) bersama Polda Sulsel memperkuat kerja sama dalam pembinaan keagamaan, deteksi dini potensi kerawanan sosial, serta penguatan nilai-nilai moderasi beragama di tengah masyarakat.

Kepala Kanwil Kemenag Sulsel Ali Yafid setelah menerima kunjungan Direktur Pembinaan Masyarakat (Dirbinmas) Polda Sulsel Kombes Pol Anang Triarsono di Makassar, Senin, mengatakan pertemuan itu menjadi ajang sinergi dalam penguatan nilai-nilai moderasi beragama di tengah masyarakat.

"Pentingnya kolaborasi lintas lembaga dalam menjaga kerukunan dan keamanan sosial. Dengan jaringan penyuluh agama Kemenag, semoga ini dapat menjadi mitra strategis bagi kepolisian dalam memperkuat pembinaan umat di tingkat akar rumput," ujarnya.

Pihaknya terus berupaya memastikan kegiatan keagamaan di masyarakat berjalan sesuai dengan semangat moderasi beragama, toleransi, dan nilai-nilai kebangsaan.

Dirbinmas Polda Sulsel Kombes Anang Triarsono dalam pertemuan tersebut menyampaikan bahwa Polri terus memperkuat pendekatan pemolisian masyarakat dengan melibatkan tokoh agama dan penyuluh sebagai mitra pembinaan.

“Kami di kepolisian berfokus pada langkah preventif. Pendekatan humanis dan pembinaan masyarakat menjadi kunci agar potensi gangguan bisa dicegah sebelum berkembang. Karena itu kami sangat terbuka untuk memperluas kerja sama dengan Kemenag,” katanya.

Pihaknya tengah mengembangkan sistem deteksi dini berbasis kolaborasi lintas sektor, yang memungkinkan aparat di lapangan berkoordinasi langsung dengan tokoh agama, penyuluh, dan perangkat, desa dalam mengantisipasi potensi kerawanan sosial.

Sementara itu Kabid Urais Kemenag Sulsel Abd Gaffar menyampaikan sinergi dengan aparat kepolisian menjadi bagian penting dari strategi pembinaan keagamaan yang berimbang dan berwawasan kebangsaan.

“Kami memastikan setiap lembaga dan kegiatan keagamaan berjalan sesuai prinsip moderasi beragama. Kemenag bersama Polri terus menjaga agar pembinaan masyarakat berlangsung kondusif dan sejalan dengan nilai-nilai toleransi,” ucapnya.

Ketua Tim Kerja KUB Kemenag Sulsel menambahkan bahwa koordinasi juga dilakukan bersama Densus 88, khususnya dalam aspek pencegahan dini dan peningkatan literasi keagamaan masyarakat.

“Kami juga sudah bekerja sama dengan Densus 88 agar masyarakat memiliki pemahaman yang kuat tentang bahaya ideologi kekerasan dan mampu menolaknya sejak awal,” ucapnya.



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026