
Harga Sawit PT WUL Mamuju Dinilai Rendah

"Tidak masuk akal jika sebuah perkebunan sawit membeli sawit petani dengan harga sekitar Rp4000 perkilogram...
Mamuju (ANTARA Sulbar) - Harga pembelian sawit PT Manakarra Widya Unggul Lestari yang beroperasi di Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat dinilai sangat rendah oleh pemerintah setempat.
"Tidak masuk akal jika sebuah perkebunan sawit membeli sawit petani dengan harga sekitar Rp4000 perkilogram, padahal sudah beroperasi lebih dari 10 tahun," kata Kepala Bidang Pengelolaan dan Pemasaran Hasil Perkebunan (PPHP) Dinas Perkebunan Provinsi Sulbar, Abdul Waris Bestari, di Mamuju, Jumat.
Ia mengatakan, harga pembelian sawit petani di Sulbar seharusnya terus mengalami peningkatan dari tahun ketahun, agar kesejahteraan petani sawit semakin meningkat.
"Namun yang terjadi harga tetap stagnan, tidak meningkat seperti pada PT WUL yang membeli sawit petani dengan harga rendah," katanya.
Menurut dia, kedepan perusahaan sawit PT WUL mesti meningkatkan harga pembelian sawitnya kepada petani agar petani dapat lebih sejahtera, sehingga perkebunan sawit masyarakat dapat pula mendorong kemajuan ekonomi masyarakat Sulbar.
"Kemitraan dengan petani sawit mesti terus dipupuk, agar kedepannya petani dapat sejahtera harga sawit petani mesti ditingkatkan perusahaan, dan perusahaan jangan cuma mau untung," katanya.
Menanggapi itu Direksi PT. Unggul WTL Muchtar Tanon mengatakan, harga sawit PT WUL tidka mengalami peningkatan karena dipengaruhi harga minyak dunia yang mengalami penurunan mengakibatkan harga sawit juga turun.
Selain itu kata dia, juga karena terjadinya inflasi harga yang mengakibatkan biaya produksi PT WUL meningkat sehingga beban produksi perusahaan juga tinggi. M Taufik
Pewarta : M Faisal Hanapi
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
