
Harus Ada Sinergi DPRD dan Pemerintah

"DPRD harus bersinergi dengan Pemerintah agar bisa berpartisipasi dalam pembangunan...
Mamuju (ANTARA Sulbar) - Bupati Mamuju, Sulawesi Barat, Dr H Suhardi Duka, MM mengharapkan ada sinergi yang terbangun antara lembaga Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan pemerintah guna mencapai misi membangun daerah dan bangsa.
Hal ini disampaikan Bupati Mamuju, Suhardi Duka saat menjadi pembicara pada seminar Konstitusi hasil kerjasama antara Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR-RI) dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Barat yang dilangsungkan di Mamuju, Kamis.
"DPRD harus bersinergi dengan Pemerintah agar bisa berpartisipasi dalam pembangunan daerah dan bangsa," ucap Bupati Mamuju yang akrab dengan sapaan SDK.
Menurut dia, pemerintah daerahlah yang bertugas untuk membangun daerahnya dan pemerintah pusat hanya memfasilitasi supaya mengetahui bagaimana daerah itu bisa dibenahi.
Sekretaris Jenderal MPR-RI Drs Eddie Siregar yang hadir dalam acara tersebut mengatakan, bahwa saat ini Indonesia memang pasang surut dalam mengimplementasikan otonomi daerah dan salah satu tuntutan reformasi adalah otonomi daerah itu sendiri.
"Memang sejatinya desentralisasi itu adalah untuk menata pembangunan di daerah percepatan pelayanan agar bisa menciptakan inovasi kepemimpinan daerah dalam rangka mempercepat kesejatraan dan mewujudkan kemendirin daerah," kata Eddie.
Seminar konstitusi ini menghadirkan ratusan peserta dari berbagai elemen dengan tema "Penataan Sistem Ketatanegaraan, Maksimalisasi Anggota DPRD dalam Membangun Daerah dan Bangsa".
Kegiatan yang dimotori anggota MPR RI, Asri Anas yang juga merupakan senator daerah pemilihan Sulbar juga menghadirkan anggota MPR-RI, Dr Firdaus Muhammad MA dan bertindak selaku pemateri dan pengamat politik sekaligus dosen komunikasi politik UIN Alauddin Makassar dan ketua KPU Sulawesi Barat Usman Suhuria. FC Kuen
Pewarta : Aco Ahmad
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
