Logo Header Antaranews Makassar

Perumda Pasar Makassar memperkuat rantai pasok demi sukseskan program MBG

Selasa, 31 Maret 2026 21:59 WIB
Image Print
Asisten Bidang Ekonomi Sekda Kota Makassar Zainal Ibrahim memimpin rapat koordinasi membahas program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Makassar, Selasa (31/3/2026). ANTARA/Muh Idris

Makassar (ANTARA) - Pemerintah Kota Makassar, Sulawesi Selatan melalui Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Makassar memperkuat rantai pasokan bahan pangan demi menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Direktur Utama Perumda Pasar Makassar Ali Gauli Arief di Makassar, Selasa, menegaskan pentingnya memastikan keberlanjutan program pemerintah melalui penguatan sistem distribusi pangan yang terukur dan pasti.

“Yang paling penting adalah memberikan kepastian. Jangan sampai saat kebutuhan tinggi, pasokan tidak terjaga. Ini yang ingin kita atur bersama agar ekosistem berjalan baik,” ujarnya.

Menurut dia, kebutuhan bahan pokok dalam program MBG berjumlah besar, bahkan satu Satuan Dasar Terpadu Pendidikan Guru (SDTPG) dapat melayani hingga 3.500 siswa per hari, sehingga diperlukan kepastian pasokan yang konsisten.

Ia juga menyoroti dinamika harga komoditas menjelang Ramadhan dan Idul Fitri, di mana terjadi fluktuasi signifikan pada bahan pangan seperti ayam, telur, dan susu akibat tingginya permintaan, termasuk dari program MBG.

Sebagai solusi, Perumda Pasar menghadirkan konsep Baruga Pasar, yang berfungsi menjaga stabilitas harga dan memastikan distribusi pangan tetap terkendali.

"Keberadaan 18 pasar induk menjadi tulang punggung dalam menjaga ketersediaan stok. Selain itu, diharapkan setiap SPPG di tiap wilayah bisa mengunjungi pasar-pasar induk terdekat di kecamatan masing-masing. Untuk memudahkan pendistribusian bahan pangan secara langsung," katanya.

Ia menekankan bahwa penguatan ekosistem pangan bukan untuk memotong rantai distribusi, melainkan untuk memberikan kepastian bagi seluruh pelaku, mulai dari petani hingga konsumen akhir.

Ia menyebut dengan adanya data kebutuhan, Perumda Pasar siap menjadi mediator dalam memastikan ketersediaan bahan baku secara berkelanjutan.

“Kalau data kebutuhan tersedia, kami bisa memastikan distribusi lebih terarah. Jangan tunggu masalah muncul baru kita bertindak,” katanya.

Asisten Bidang Ekonomi Kota Makassar Sekda Kota Makassar Zainal Ibrahim menegaskan bahwa program MBG bukan hanya soal pemenuhan gizi, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

Ia menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari prioritas nasional yang berdampak langsung pada perputaran ekonomi masyarakat, mulai dari petani, peternak, pedagang, hingga sektor distribusi.

“Anggaran yang besar akan berputar di masyarakat. Ini menjadi stimulus ekonomi yang signifikan jika dikelola dengan baik,” katanya.

Namun demikian, ia mengingatkan pentingnya efisiensi birokrasi untuk menekan nilai Incremental Capital Output Ratio (ICOR) yang masih tinggi di Indonesia.

Berdasarkan data Badan Gizi Nasional, pelaksanaan MBG di Kota Makassar menunjukkan perkembangan positif dengan menjangkau 241.237 penerima manfaat dengan produksi harian yang sama.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026