Logo Header Antaranews Makassar

DKPP perkuat literasi etika penyelenggara Bawaslu se-Sulsel

Selasa, 14 April 2026 23:20 WIB
Image Print
Anggota DKPP RI Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi (tengah) saat menyampaikan materi didampingi jajaran anggota Bawaslu Sulsel pada kegiatan peningkatan kapasitas SDM di Aula Kantor Bawaslu Sulawesi Selatan, Makassar, Selasa (14/4/2026). ANTARA/HO-Bawaslu Sulsel.

Makassar (ANTARA) - Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) memberikan pelajaran penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), dan literasi etika kepada penyelenggara Pemilu kepada Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) se-Sulawesi Selatan sebagai strategi konkrit menghadapi Pemilu 2029 mendatang.

"Penguatan kapasitas SDM dan literasi etika bukan sekadar pemahaman regulasi, melainkan internalisasi nilai-nilai moral agar setiap tindakan penyelenggara selaras dengan kode etik yang berlaku," ujar Anggota DKPP RI Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi saat menyampaikan materi pada kegiatan peningkatan kapasitas SDM di Aula Kantor Bawaslu Sulsel, Makassar, Selasa.

Dalam paparannya, ia menekankan bahwa standar etika harus melekat pada diri setiap pengawas sebagai pemandu perilaku dalam setiap tahapan Pemilu. Hal ini dinilai penting dalam menjalankan perannya sebagai pengawas.

Kade Wiarsa Raka Sandi menambahkan, bahwa profesionalitas seorang pengawas diuji melalui konsistensi antara aturan hukum dan perilaku etis di lapangan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kapasitas penyelenggara Pemilu.

Ketua Bawaslu Sulsel Mardiana Rusli dalam kegiatan itu menegaskan, penguatan kapasitas bukan sekadar rutinitas, melainkan kebutuhan mendasar untuk menjaga marwah lembaga. Selain itu, etika merupakan fondasi utama bagi setiap pengawas pemilu dalam menjalankan tugasnya.

"Integritas penyelenggara adalah kunci kepercayaan publik. Tanpa literasi etika yang kuat, pengawasan yang kita lakukan akan kehilangan nilainya di mata masyarakat," ucap mantan Ketua AJI Makassar ini menekankan.

Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan pengawas pemilu yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga memiliki kedalaman etika dalam mengawal proses demokrasi.

Melalui penguatan secara hybrid ini, Bawaslu Sulsel berupaya memastikan pesan mengenai integritas dan literasi etika tersampaikan secara merata hingga ke seluruh pelosok wilayah Sulsel.

Kegiatan Penguatan Kapasitas SDM dan Literasi Etika Penyelenggara Pemilu tersebut dilaksanakan dengan memadukan pertemuan tatap muka dan daring yang diikuti seluruh jajaran Bawaslu se-Sulsel.

Pertemuan strategis juga dihadiri Anggota Bawaslu Sulsel, Andarias Duma, Saiful Jihad, serta Kepala Sekretariat Bawaslu Sulsel Awaluddin Mustafa. Kegiatan tersebut menunjukkan komitmen kolektif dalam memastikan jajaran pengawas di Sulsel memiliki standar kompetensi yang seragam.

Selain jajaran pimpinan provinsi, hadir pula Anggota Bawaslu dari Kabupaten Gowa, Kabupaten Maros, dan Kota Makassar yang didampingi masing-masing jajaran sekretariatnya.



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026