
Lulusan Untad Harus Bisa Ciptakan Lapangan Kerja

Palu (ANTARA Sulsel) - Rektor Universitas Tadulako (Untad), Sahabuddin Mustapa, mengajak para alumni perguruan tinggi yang dipimpinnya untuk menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat luas, guna membantu pemerintah menekan angka pengangguran di Indonesia.
"Saat ini bukan pekerjaan yang dicari, melainkan bagaimana kita bisa menciptakan lapangan kerja agar dapat mengurangi angka pengangguran," pinta dia kepada 1.022 wisudawan Untad lulusan dari tujuh fakultas dan program pasca sarjananya.
Ia mengatakan, dengan bertahun-tahun menimbah ilmu di perguruan tinggi negeri dan terbesar di Provinsi Sulteng ini, para lulusan Untad harus mampu berbuat menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat.
"Kita harus mencerdaskan dan mensejahterakan bangsa Indonesia melalui ilmu yang telah dipelajari selama masa kuliah," katanya.
Rektor Mustapa juga mengajak seluruh wisudawan untuk berperan aktif membangun akhlak Bangsa Indonesia, sebab pembangunan itu baru dapat dikatakan berhasil apabila ditopang oleh moral yang baik dari semua pelaku kepentingan.
Pada kesempatan itu, Wagub Ahmad Yahya yang mewakili Gubernur Sulteng selaku Ketua Dewan Penyantun Untad mengimbau para wisudawan perguruan ini selalu bersikap bijak dalam memecahkan setiap permasalahan yang ada di sekitarnya.
"Orang terpelajar memiliki jalan berpikir yang cerdas, sehingga penyelesaian yang ditempuh juga harus berakhir dengan cerdas," tuturnya.
Mereka yang diwisuda itu berasal dari Fakultas Pertanian, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Fakultas Teknik, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Ekonomi, Fakultas Hukum, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, serta Program Pasca Sarjana untuk strata dua.
Untad saat ini memiliki lebih 13.000 mahasiswa serta didukung oleh 1.076 staf pengajar yang sebagian besarnya bergelar strata dua dan strara tiga.
Sejak berdiri tahun 1981, Untad telah menelurkan sebanyak 30.473 wisudawan yang telah bekerja hampir di semua bidang dan tersebar di seluruh pelosok Tanah Air.
(T.K-RM/R015)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
