
Ferdinandus Koda jadi Ketua DPC PDIP Lembata

"Konferensi cabang partai tersebut tidak membuahkan hasil sehingga diserahkan kembali ke DPP...
Larantuka, NTT (ANTARA Sulsel) - Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan memutuskan dan menetapkan Ferdinandus Koda sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Lembata, setelah konferensi cabang partai tersebut berkakhir kisruh, pekan lalu, di Bajawa, ibu kota Kabupaten Ngada.
"Konferensi cabang partai tersebut tidak membuahkan hasil sehingga diserahkan kembali ke DPP untuk mengambil keputusan," kata Ketua DPD PDI Perjuangan Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya kepada Antara di Larantukan, ibu kota Kabupaten Flores Timur, Senin.
"Saya baru diberitahu semalam bahwa DPP dalam rapatnya telah menetapkan Ferdinandus Koda sebagai Ketua DPC PDIP Lembata yang sah," kata Lebu Raya yang juga Gubernur NTT tersebut.
Selain menetapkan Ferdinandus Koda sebagai Ketua DPC, DPP PDIP juga menetapkan Felisianus Chorpus sebagai Sekretaris dan Copertino sebagai bendahara partai berlambang kerbau bermulut putih dalam lingkaran itu.
Lebu Raya mengatakan ia akan segera melantik para pengurus partai setelah menerima surat keputusan DPP tentang SK penetapan kepengurusan DPC PDI Perjuangan Lembata.
Dia juga menegaskan, jika ada yang melakukan aktivitas dengan mengatasnamakan partai adalah tidak sah, karena persoalan Lembata telah diserahkan ke DPP dan sudah diselesaikan melalui mekanisme partai.
Kisruh DPC Lembata itu terjadi dalam arena konferensi cabang yang digelar di Bajawa, ibu kota Kabupaten Ngada di Pulau Flores, pekan lalu.
Dalam konferensi cabang itu, proses pemilihan ketua cabang dilakukan melalui voting dan Yance Sunur yang saat ini menjabat sebagai Bupati Lembata terpilih dengan meraih dukungan mayoritas.
Hasil pemilihan itu dianulir karena tidak sesuai dengan SK DPP No.066 dan No.067 Tahun 2014 yang mengatur tentang mekanisme pemilihan pimpinan partai pada semua tingkatan.
"Dalam SK itu, tidak mengatur soal voting tetapi musyawarah mufakat, sehingga hasil konfercab yang dicapai melalui mekanisme voting tidak diakui oleh DPP PDI Perjuangan," kata Lebu Raya. L. Molan
Pewarta : Bernadus Tokan
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
