Logo Header Antaranews Makassar

Kemenham perkuat program Desa Sadar HAM di Sulsel

Rabu, 19 Agustus 2026 16:43 WIB
Image Print
Kepala Kantor Wilayah Kemenham Sulsel Daniel Rumsowek (kelima kiri) didampingi Kepala Bidang Instrumen dan Penguatan HAM Kemenham Sulsel Idawati Parapak (kelima kanan) berpose bersama Penggerak HAM untuk ditugaskan ke desa dan kelurahan dalam program Sadar HAM di Aula Kantor Kemenham Sulsel, Jalan Sultan Alauddin Makassar, Sulawesi Selatan. ANTARA/HO-Kanwil Kemenham Sulsel.

Maros (ANTARA) - Kementerian Hak Asasi Manusia memperkuat program Desa dan Kelurahan Sadar HAM melalui kolaborasi pemerintah desa dan Penggerak HAM di Kabupaten Maros dan Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan.

"Salah satu bagian penting dalam koordinasi ini adalah pengenalan dan penguatan Penggerak HAM yang akan menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program di masing-masing desa," ujar Kepala Bidang Instrumen dan Penguatan HAM Kemenham Sulsel Idawati Parapak di Maros, Rabu.

Menurut dia, Kemenham Sulsel telah berkoordinasi mengenai pelaksanaan Program Desa dan Kelurahan Sadar HAM di Desa Marannu, Kabupaten Maros, dan Desa Bonto Manai, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan.

Koordinasi tersebut menjadi langkah awal untuk menyatukan persepsi, membangun komunikasi, dan menyusun langkah penerapan nilai-nilai HAM dalam penyelenggaraan pemerintahan serta kehidupan masyarakat di tingkat desa.

Idawati mengatakan keberhasilan program membutuhkan sinergi antara Kemenham, pemerintah desa, Penggerak HAM, dan masyarakat setempat.

Koordinator Program Desa Sadar HAM Rahmat Zaifulla memberikan penguatan mengenai tugas, fungsi, dan peran strategis Penggerak HAM di desa sebagai bekal untuk menjalankan perannya secara aktif dan kolaboratif.

Kehadiran Penggerak HAM tersebut mendapat dukungan Sekretaris Desa Marannu Indra dan Kepala Desa Bonto Manai H Erwin. Keduanya menyatakan kesiapan membangun sinergi bersama Kemenham Sulsel untuk menjalankan program Sadar HAM di wilayah masing-masing.

Penggerak HAM Desa Marannu Syahrul Gunawan didampingi PIC Kemenham Sulsel Doni Saputra dan Sakir Mahmud. Sementara itu, Penggerak HAM Desa Bonto Manai Nurfitri Sawalinda didampingi PIC Aswin Bahar dan La Ode Muhammad Aminuddin.

Sebelumnya, Kepala Kantor Wilayah Kemenham Sulsel Daniel Rumsowek mengatakan keberadaan Penggerak HAM penting untuk memastikan nilai-nilai HAM tumbuh di tengah masyarakat.

"HAM akan semakin kuat ketika masyarakat ikut menjadi bagian dari gerakannya. Penggerak HAM hadir untuk menjembatani semangat warga agar nilai-nilai HAM dapat tumbuh dari desa dan dirasakan langsung oleh masyarakat," ujarnya.

Kemenham Sulsel mendorong Program Desa Sadar HAM di Maros dan Pangkep tidak berhenti sebagai predikat, tetapi berkembang menjadi gerakan nyata yang tumbuh bersama masyarakat untuk memperkuat pemajuan HAM.



Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026