
Dubes Prancis jajaki kerja sama Makassar

"Kota Makassar adalah kota yang pertumnbuhannya sangat tinggi dalam segala bidang...
Makassar (ANTARA Sulsel) - Duta Besar Prancis Corrine Breuze memboyong sejumlah pengusaha yang ada di negaranya untuk bertemu Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto dalam menjajaki sejumlah pembangunan infrastrukutur di segala bidang.
"Kota Makassar adalah kota yang pertumnbuhannya sangat tinggi dalam segala bidang, sehingga kami menaruh perhatian khusus dalam visi dan misi Wali Kota Makassar untuk pembangunan yang berkelanjutan," ujar Corrine Breuze melalui penerjemahnya di Makassar, Selasa.
Ia mengatakan, di antara kota-kota metropolitan di Indonesia selama satu dekade terakhir ini, Makassar adalah kota terdepan yang pertumbuhan ekonominya sangat tinggi dan stabil.
Bahkan perkembangan itu juga pada tingkat Asia Tenggara cukup pesat. Selain itu, pertumbuhannya sangat dinamis dengan didukung visi dan misi wali kota yakni menjadikan Makassar sebagai kota dunia yang nyaman untuk semuanya.
"Visi Wali Kota yang ingin menciptakan Makassar sebagai kota dunia dan nyaman untuk semuanya adalah ide brilian dan visioner. Makanya, kami tertarik untuk ikut serta dalam pembangunan di Makassar," katanya.
Corrine bersama para pengusaha di negaranya itu mengusulkan beberapa gagasan yang bisa dikerjasamakan diantaranya, pengembangan moda transportasi massal.
Pembangunan sarana dan infrastruktur pada bidang tata ruang dan sanitasi, pengembangan energi serta moda transportasi massal yang ramah lingkungan.
"Ada begitu banyak yang kita tawarkan kepada wali kota dan kita ingin terlibat dalam pengembangan kota ini. Semoga wali kota bisa mempertimbangkannya," ucapnya.
Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto saat menerima rombongan pengusaha itu mengaku telah menyusun rencana besar dalam membangun kota ini menjadi Kota yang aman dan nyaman untuk semuanya.
Beberapa gagasan yang ditawarkan oleh dubes dan pengusaha Prancis itu diakuinya sudah berjalan seperti pengembangan sanitasi lingkungan, pengembangan moda transportasi massal serta pengembangan energi.
Untuk moda transportasi massal, ia mengaku telah bekerja sama dengan pengusaha Jepang dalam merancang transportasi tersebut. Namun dia mempersilahkan para pengusaha Prancis itu untuk ikut serta bersaing dengan Jepang.
"Untuk kerjasamanya belum ada yang final karena semua yang ditawarkan itu sudah ada dan sudah berjalan. Tetapi kita terbuka kepada mereka, tawarkan saja dan kalau memang lebih murah dan menguntungkan, pasti kita akan pilih mereka," katanya.
Pewarta : Muh Hasanuddin
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
