
SDN Kompleks IKIP terapkan program budaya baca

"Budaya baca sangat penting diterapkan, secara empiris, negara yang maju...
Makassar (ANTARA Sulsel) - Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kompleks IKIP Makassar menerapkan Program Budaya Baca dengan beragam strategi untuk meningkatkan minat baca anak.
"Budaya baca sangat penting diterapkan, secara empiris, negara yang maju, adalah negara yang masyarakatnya rajin membaca. Karenanya dalam Program Budaya Baca, kami menggunakan berbagai strategi untuk meningkatkan minat baca anak," kata Kepala Sekolah SDN Kompleks IKIP Makassar, Andi Agusniati di Makassar, Jumat.
Terinspirasi oleh pelatihan USAID PRIORITAS tentang peningkatan minat baca, terangnya, maka SDN Kompleks IKIP menggunakan berbagai strategi, diantaranya dengan membuat sudut-sudut baca yang terletak di dalam dan di luar kelas.
Para guru, kata dia, diberikan kebebasan berkreasi dalam menentukan model praktik baca sesuai dengan tingkatan kelas. "Misalnya, untuk Kelas I praktik yang dijalankan yakni gelar tikar baca. Gelar tikar baca ini ditujukan agar para siswa dapat duduk lesehan di atas tikar kemudian membaca secara estafet," jelasnya.
Sementara untuk siswa Kelas II, ia mengatakan, disediakan lemari buku serta koleksi buku yang secara swadaya dikumpulkan oleh siswa. Sedangkan siswa Kelas III melaksanakan praktik "books moving," sama halnya dengan tukar buku.
"`Books moving` ini disajikan dengan cara buku-buku yang disusun dalam satu box atau kotak buku, kemudian kotak itu diberikan kepada satu kelompok untuk satu hari tertentu begitu seterusnya," ujarnya.
Adapun untuk siswa Kelas IV, di dalam kelas terdapat gerobak baca yang berisi kumpulan buku para siswa yang dapat dibaca setiap saat. Gerobak baca tersebut dapat dengan mudah dipindahkan oleh siswa karena dilengkapi dengan roda.
Untuk siswa Kelas V, lanjutnya, di dalam kelas terdapat rak paralon yang digunakan sebagai pajangan koleksi buku.
"Siapa saja siswa yang ingin baca, silakan ambil sendiri bukunya," kata Agusniati.
Di luar kelas juga didirikan dua taman baca yang letaknya berada di depan taman kelas IV dan kelas V. Selain itu, terdapat pula warung baca yang letaknya persis di belakang pagar sekolah.
"Warung baca ini bertujuan untuk mengajak orang tua siswa ikut aktif dalam menumbuhkembangkan budaya baca di sekolah. Di warung baca tersebut disediakan koleksi bacaan seperti majalah, tabloid dan surat kabar. Orang tua siswa kadang ada yang bawa pulang beberapa koleksi di sana," bebernya.
Dengan model praktik budaya baca yang berbeda-beda di setiap kelas, kepala sekolah mengharapkan minat baca siswa tumbuh dan berkembang sehingga mencintai buku dan terbiasa membaca. Program tersebut, terangnya, sudah berjalan empat bulan sejak Oktober 2014 lalu.
"Hasilnya tampak sangat positif. Siswa mampu menyampaikan hasil bacaan mereka di depan orang tua mereka di rumah. Di depan kelas, mereka mampu tampil memberikan kuldum (kuliah dua menit) dengan referensi hasil bacaan mereka," ujarnya. FC Kuen
Pewarta : Nurhaya J Panga
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
