Logo Header Antaranews Makassar

Pasien Terduga Flu Babi di Luwuk Membaik

Senin, 10 Agustus 2009 07:57 WIB
Image Print

Luwuk (ANTARA Sulsel) - Kondisi Ahmad (37), pasien terduga Flu Babi berangsur membaik, setelah mendapat perawatan tim medis RSUD Luwuk selama lima hari di ruang isolasi unit penyakit dalam.

Ahmad adalah pasien terduga Flu Babi pertama yang dirawat di RSUD Luwuk, ibukota Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, sejak Selasa pekan lalu (4/8).

Berdasarkan pemantauan di RSUD Luwuk, Senin, tercatat suhu badan Ahmad yang awalnya sempat menyentuh 40 derajat celsius, kini turun menjadi 37,3 derajat celsius dan merupakan suhu badan normal bagi pasien terduga Flu Babi.

Ambang batas panas bagi pasien terduga flu Babi adalah 37,5 derajat celsius.

Denyut nadi Ahmad yang tercatat sebagai karyawan perusahaan kontraktor di kilang gas Desa Sinorang, Kecamatan Batui, juga normal pada angka 88 per menit.

Tim medis setempat juga mencatat tekanan darah Ahmad normal pada 110/80 dan tekanan tersebut menunjukan adanya kemajuan untuk segera sembuh.

Sampel darah dan lendir Ahmad juga telah dikirim ke Dinas Kesehatan Provinsi untuk diteruskan ke Laboratorium Depkes guna dilakukan pengujian apakah benar dia terinfeksi virus H1N1 atau tidak.

Sayang, resep obat yang diberikan dr Imran, dokter yang merawat Ahmad tidak dapat ditebus oleh keluarga pasien karena kekurangan biaya.

Apotek rumah sakit setempat juga tidak lagi melayani nota bon dari pasien karena telah melewati batas tiga hari masa penebusan yang tidak dilakukan oleh keluarga Ahmad.

"Resep untuk tiga hari belum ditebus oleh keluarga. Katanya kekurangan biaya," kata Dewi, perawat di ruang isolasi tersebut.

Menurut Dewi, Ahmad hanya memiliki surat keterangan tidak mampu dari Kepala Desa Sinorang, Kecamatan Toili.

Karena itu, kuat dugaan Ahmad tidak masuk dalam program jaminan sosial tenaga kerja (Jamsostek), padahal ia bekerja di perusahaan kontraktor pengeboran gas di desa Sinorang dengan risiko kerja yang tinggi.

Bahkan, sejak Ahmad dirujuk ke RSUD Luwuk, belum pernah dijenguk pimpinan atau orang yang mewakili perusahaan tempat ia bekerja. Zulfan, kakak Ahmad, yang ditemui di RSUD Luwuk mengungkapkan, jika PT Tidas tempat Ahmad bekerja sebagai penangggung jawab keselamatan kerja belum pernah memberikan bantuan uang perawatan untuk meringankan pembiayaan medis Ahmad sejak di rujuk dari Puskesmas Sinorang ke RSUD Luwuk.

Ahmad bersama empat rekannya sempat dirawat di Puskesmas Sinorang, namun kondisi mereka semuanya sudah sembuh sebelum dirujuk ke RSUD Luwuk.

Ahmad sendiri diketahui terakhir kontak dengan pimpinannya yang pernah dirawat di salah satu rumah sakit di Jakarta sebagai pasien terduga Flu Babi setelah mengunjungi Singapura.

(T.PSO-107/R015)