
Pelayanan publik jadi materi debat kandidat

"Layanan publik menjadi salah satu isu yang akan dibahas dalam debat kandidat calon...
Majene, Sulbar (ANTARA Sulbar) - Pelayanan publik menjadi salah satu materi dalam debat kandidat pemilihan kepala dan wakil kepala daerah (Pilkada) di Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat.
"Layanan publik menjadi salah satu isu yang akan dibahas dalam debat kandidat calon. Acara ini akan berlangsung dalam tiga kali putaran," kata Koordinator LSM Yanmarindo Ikhsan Welly di Majene, Minggu.
Menurut dia, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Majene berharap debat ini mengedepankan kualitas sehingga masyarakat pemilih akan betul-betul melihat calon yang layak dipilih.
Ikhsan Welly mengatakan, calon kepala dan wakil kepala daerah perlu diuji konsepnya dalam membangun Majene lima tahun kedepan.
Konsep itu antara lain menyangkut hal-hal mendasar dalam pelayanan publik. Misalnya, penyediaan air bersih, pelayanan kesehatan dan penyediaan armada pemadam kebakaran yang memadai.
"Konsep para calon harus kita gali bagaimana memenuhi hak-hak masyarakat, termasuk penyediaan air bersih, juga termasuk bagaimana memberi rasa aman dengan penyediaan armada pemadam kebakaran yang memadai," kata Ikhsan.
Calon kepala daerah yang ideal dipilih adalah kandidat yang memahami ruang hidup rakyat, terutama daya pulih keselamatan secara menyeluruh.
Ia menggambarkan, isu paling kongkrit betapa pentingnya layanan publik ialah kasus kebakaran hebat melanda asrama TNI kompi 721 Majene, saat itu armada pemadam kebakaran Majene terbilang minim hanya dua unit ditambah satu unit mobil tangki BPBD.
Beruntung saat musibah itu terjadi, enam unit pemadam kebakaran kabupaten Polewali Mandar datang membantu.
Aktivis Forum Pemuda Pesisir Majene, Anto Suhanto juga mendorong agar debat kandidat yang akan digelar KPUD Majene menjadi ajang uji konsep, uji gagasan dimana konsep dan janji yang disampaiakan akan ditagih saat calon terpilih.
Di samping pelayan publik, penting juga mengetahui dari para calon mengenai konsepnya membangun tata kelola pemerintahan yang baik.
"Hak-hak mendasar warga memang wajib ditanyakan ke para calon, bagaimana konsep para calon menyediakan air bersih, bagaimana para calon menyiapkan armada pemadam kebakaran yang memadai dan bagaimana memastikan semua warga mendapatkan layanan kesehatan yang baik," kata Anto.
Ia menggaris bawahi bahwa penyediaan armada kebakaran penting menjadi pembahasan karena menjadi salah satu kebutuhan yang belum terpenuhi.
Anto menjelaskan kabupaten Majene sepanjang 100 kilomter sangat tidak ideal hanya dilayani dua unit pemadam.
Sementara itu, Ketua KPUD Majene Asmanuddin menjelaskan, pelayanan publik tentu akan menjadi bagian dari materi debat karena dalam materi yang sudah dirancang KPUD bersama panelis sudah melingkupi semua aspek antara lain kesehatan, pendidikan dan ekonomi.
"Debat akan berlangsung tiga putaran, materi debat itu tentu akan disesuaikan juga dengan visi misi para calon yang akan berkisar pada tentang tema kesejahteraan, tata kelola pemerintahan, pembangunan ekonomi dan sebagainya," ungkap Asmanuddin.
Dalam rancangan awal KPUD Majene, debat kandidat pilkada Majene rencananya akan berlangsung pada 17 Oktober, 15 Nopember dan 29 Nopember.
Untuk menjaga independensi dan netralitas, para panelis debat, kata Asmanuddin berasal dari akademisi luar Sulawesi Barat.
Pewarta : Aco Ahmad
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
