
Pemprov Sulsel siap ambil alih BRT

"Kami siap mengambil alih, kalau Damri merasa tidak mampu akan kami kelola...
Makassar (ANTARA Sulsel) - Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan Abdul Latif menegaskan bahwa pihaknya siap mengambil alih operasional Bus Rapid Transit yang selama ini dikelola oleh Damri.
"Kami siap mengambil alih, kalau Damri merasa tidak mampu akan kami kelola," kata Sekda Pemprov Sulsel saat ditemui di Makassar, Jumat.
Menurut Sekda, pihaknya memahami jika pada awal pengoperasian moda transportasi massal ini, pemerintah dalam hal ini Damri masih mengalami kerugian.
"Hal ini terkait dengan besarnya biaya penyiapan infrastruktur pendukung seperti halte, dan proses sosialisasi," jelasnya.
Abdul Latif juga menyoroti laporan kerugian yang dialami oleh Perum Damri terkait operasional Bus Rapid Transit (BRT).
"Dia hitung nilai susut kendaraan Rp800 juta lebih per bulan, bukan operasionalnya yang dihitung," ujarnya.
Sementara itu, GM Perum Damri Makassar Ilyas mengatakan pihaknya tetap optimistis BRT dapat berjalan dengan baik, meski masih mengalami kerugian.
"Kerugian kita makin kecil, dari yang awalnya Rp2,5 juta kini sekitar Rp1,5 juta per hari," katanya.
Ia juga menampik jika Perum Damri tidak sanggup mengoperasikan BRT.
"Bukan tidak sanggup, kami sanggup, tetapi kalau ada bantuan dari pemerintah daerah tentu akan lebih baik," tutupnya.
Pewarta : Nurhaya J Panga
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
