Logo Header Antaranews Makassar

DPRD NTT Dukung Gubernur Pertahankan Komodo

Kamis, 20 Agustus 2009 05:26 WIB
Image Print

Kupang (ANTARA Sulsel) - Ketua DPRD Nusa Tenggara Timur (NTT) Melkianus Adoe, mendukung sikap pemerintah NTT untuk terus berkoordinasi dengan Menteri Kehutanan M.S. Kab'an, agar mempertimbangkan lagi kebijakan memindahkan 10 Komodo (Varanus Komodoensis) ke Taman Safari Indonesia di Gianyar Bali.

"Kegiatan pemurnian genetik Komodo agar tetap dilakukan di Pulau Komodo sebagai habitat asli binatang purba itu, karena dikhawatirkan tidak berkembang biak di lakosi bukan habitatnya," katanya di Kupang, Kamis.

Menurut Adoe, urusan Komodo merupakan kewenangan Menteri Kehutanan tapi ada baiknya ada koordinasi antarpemerintah provinsi melalui Mendagri.

Ia mengatakan keberadaan Komodo di wilayah NTT juga berdampak cukup signifikan dalam pengembangan pariwisata. Sehingga ada baiknya jangan dipindahkan 10 ekor Komodo ke Taman Safari Indonesia di Bali.

"Saya mengharapkan agar proses pemilihan dan penentuan Komodo sebagai salah satu tujuh keajaiban dunia cepat dilakukan. Tentunya dibutuhkan suatu situasi yang harmonis dalam mempromosikan Komodo," katanya.

Menyinggung alasan pemindahan Komodo tersebut berkaitan dengan ketersediaan makanan dan pengalokasian anggaran, Adoe menyatakan, sangat tidak relevan. Karena Komodo sudah masuk dalam taman nasional, tentunya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat untuk mengalokasikan anggaran melalui APBN.

"DPRD NTT memahami maksud dan tujuan Menhut memindahkan 10 ekor komodo sebagai salah satu bentuk pencegahan terhadap ancaman kepunahan, namun perlu juga mempertimbangkan aspirasi masyarakat yang belum menginginkan pemindahan binatang langkah ini yang sedang dikelola oleh Dephut yang penangannya oleh Taman Nasional Komodo," katanya.

Saat ini tim kajian lintas instansi di Departemen Kehutanan, Pemda NTT dan ahli satwa terus menggodok rencana pemindahan 10 ekor Komodo dari Wae Wuul, Manggarai Barat ke Taman Safari Indonesia di Gianyar- Bali. Tim tersebut akan bekerja sampai menghasilkan sebuah kesimpulan, mana pilihan yang terbaik.

Saat ini, keberadaan populasi Komodo di ex-situ (luar habitat alami) tercatat sekitar 70 ekor dan tidak diketahui asal usulnya. Selain Taman Safari Indonesia di Bali, sejumlah lembaga konservasi luar habitat alami telah mengoleksi komodo, di antaranya Kebun Binatang Ragunan- Jakarta, Kebun Binatang Surabaya, dan Kebun Binatang Gembira Loka, Yogyakarta.
(T.PSO-084/B011)