Logo Header Antaranews Makassar

Bulog : Sulsel wilayah surplus beras terbesar

Selasa, 29 Desember 2015 14:11 WIB
Image Print
Direktur Pengadaan Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Wahyu saat Sosialisasi Kemitraan dan On Farm Bulog tahun 2016 di Makassar, Selasa (29/12). (ANTARA FOTO/Nurhaya J Panga)
"Daerah surplus terbesar itu di Sulawesi Selatan, pada 2015 saja...

Makassar (ANTARA Sulsel) - Direktur Pengadaan Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Wahyu mengatakan Sulawesi Selatan (Sulsel) merupakan wilayah surplus beras terbesar di Indonesia.

"Daerah surplus terbesar itu di Sulawesi Selatan, pada 2015 saja, Bulog menyerap lebih dari 350 ribu ton beras," kata Wahyu yang ditemui di sela Sosialisasi Kemitraan dan On Farm Bulog tahun 2016 di Makassar, Selasa.

Sulsel, lanjut Wahyu, berkontribusi sekitar 15 persen dari jumlah total pengadaan beras Bulog secara nasional.

Sementara untuk tahun 2016, Wahyu mengatakan, Bulog menargetkan pengadaan beras minimal 4 juta ton. Angka tersebut, menurut Wahyu, adalah lebih dari sepuluh persen dari total produksi beras nasional.

"Kita harapkan kontribusi Sulsel bisa lebih dari 15 persen di tahun 2016," ujarnya.

Wahyu juga mengakui bahwa fenomena iklim el nino turut mempengaruhi serapan beras Bulog di tahun 2015 ini.

"Serapan beras kita memang ikut terganggu," tambahnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala Bulog Divre Sulselbar Abdul Muis. Menurut Abdul Muis, Bulog Divre Sulselbar hanya mampu merealisasikan 70,05 persen dari target serapan beras pada tahun 2015 yang mencapai 500 ribu ton.

"Kami menyerap 350,23 ribu ton beras dari target serapan 500 ribu ton, sepanjang tahun 2015," terangnya di Makassar, Selasa.

Realisasi penyerapan beras ini, diakui oleh Abdul Muis, cukup dipengaruhi oleh fenomena iklim El Nino, yang menyebabkan kekeringan panjang sehingga mengganggu produksi padi.

"Beberapa lahan yang kami harapkan dapat panen ternyata mengalami kekeringan," katanya.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026