
Baru 69 CCTV terpasang di Makassar

"Sebanyak 69 CCTV kota yang terpasang di sejumlah titik strategis di kota Makassar sudah berfungsi dengan baik dan di kontrol selama 24 jam di Makassar ...
Makassar (ANTARA Sulsel) - Pemerintah Kota Makassar telah merampungkan pembangunan ruang kendalinya atau "Makassar Operation Room" serta berhasil memasang 69 unit closed-circuit television (CCTV) disejumlah ruas jalan.
"Sebanyak 69 CCTV kota yang terpasang di sejumlah titik strategis di kota Makassar sudah berfungsi dengan baik dan di kontrol selama 24 jam di Makassar Operation Room," ujar Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto di Makassar, Selasa.
Dia mengatakan, perampungan ruang kendali itu sebagai langkah awal dalam menghubungkan semua saluran yang digagas dalam program "Smart City".
"Manajemen kota harus lebih tertata dengan selesainya pembangunan operation room ini. Semua data kota akan tersimpan di server utama operation room. Big data kita akan terus di update oleh setiap SKPD sesuai dengan tanggung jawabnya masing-masing," katanya.
Danny sapaan akrab wali kota itu mencontohkan, data kependudukan dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) harus lengkap datanya dan dimasukkan setiap saat secara ril.
Bukan cuma itu, data tentang orang miskin di kota ini juga harus jelas pemetaannya secara per wilayah, sehingga betul-betul ada tindakan pengentasan kemiskinan yang dilakukan tepat pada sasaran karena bertindak berdasarkan data yang utuh.
"In Shaa Allah tahun depan CCTV kita akan bertambah lagi 100 unit dan akan menjadi 500 unit pada tahun 2017. Operation room juga akan mengintegrasikan CCTV kota yang di pasang oleh lembaga-lembaga swasta sehingga kami harap seluruh pergerakan kota dapat dipantau secara real time," ucapnya.
Danny mengaku jika server yang dimilikinya punya kapasitas penyimpanan data yang lebih besar. Bahkan diklaimnya jika kapasitas penyimpanan data akan mampu menyimpan seluruh rekaman hingga lima tahun ke depan.
Di tahun 2016, Pemerintah Kota Makassar juga akan merampungkan pembangunan Care and Rescue Center (Carrester) dienam titik di kota Makassar.
Setiap Carrester akan dilengkapi beberapa kendaraan reaksi cepat, seperti mobil home care untuk darurat kesehatan, mobil pemadam kebakaran untuk lebih mempercepat efisiensi waktu tiba di lokasi kebakaran.
Mobil patroli polisi untuk respon kejahatan, mobil tangkasaki untuk membantu armada sampah yang ada di setiap kelurahan, serta mobil jaga kota untuk membackup kepolisian dalam menjaga keamanan kota.
"Sistem operasi Carrester akan dikendalikan di operation room yang akan menerima seluruh informasi kedaruratan yang di sampaikan oleh warga baik melalui call center maupun aplikasi mobile yang nanti bisa di instal di gadget masing-masing warga," tuturnya.
Pewarta : Muh Hasanuddin
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
