Logo Header Antaranews Makassar

KPUD-Unsulbar laksanakan dialog pilkada

Minggu, 31 Januari 2016 05:34 WIB
Image Print
Tidak lama lagi pilkada provinsi Sulawesi Barat rencana akan digelar 2017...

Majene, Sulbar (ANTARA Sulbar) - Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) dan Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) melaksanakan dialog bertajuk pelaksanaan tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2017.

"Tidak lama lagi pilkada provinsi Sulawesi Barat rencana akan digelar 2017, tahapan Pilkada tersebut sudah akan dimulai pertengahan 2016," kata Ketua KPUD Sulbar, Usman Suhuria dalam sesi dialog yang dilaksanakan di kantor Lembaga Penelitian, Pengabdian Masyarakat dan Penjaminan Mutu (LPPM & PM) Universitas Sulawesi Barat di Majene, Sabtu.

Diskusi dihadiri antara lain ketua KPUD Sulbar Usman Suhuriah, Kepala LPPM & PM Unsulbar Dr Kadir Paloloang, Dekan FISIP Unsulbar Dr Burhanuddin, Ketua Program Studi Ilmu Politik Unsulbar Muhammad, MSi serta sejumlah dosen Unsulbar.

Diskusi itu sendiri berangkat dari pemahaman yang sama bahwa hanya Pilkada berkualitas yang dapat menghasilkan pemimpin berkualitas, jujur dan bermoral.

Oleh karena itu semua pihak sebagai warga negara Indonesia, khususnya warga di Sulbar berharap pelaksanaan Pilkada Sulbar 2017 mendatang dapat berjalan dengan damai, jujur, dan berkualitas.

Sejumlah elemen terkait dengan wemujudkan pilkada bekualitas itu mulai penyelenggara pemilu, partai politik, pemerintah, pasangan calon yang semuanya harus berintegritas hingga masyarakat pemilih yang memiliki kesadaran dalam menyalurkan hak pilihnya.

Dalam pemaparannya di awal diskusi, Usman Suhuriah menjelaskan tentang tujuan besar KPUD Sulbar di pilkada mendatang adalah bagaimana mewujudkan pilkada Sulbar 2017 yang berkualitas, sehingga diharapkan dari proses pilkada yang berkualitas itu akan lahir pemimpin yang memiliki kapasitas dalam memimpin daerah.

Menurutnya pilkada berkulitas itu ditandai antara lain masyarakat pemilih mengetahui tentang pilkada, faham bagaimana proses pilkada dan manfaat dari ikut serta di pilkada.

"Tantangan untuk mewujudkan pilkada berkualitas itu antara lain kita masih dihadapkan pada ancaman pragmatisme misalnya soal money politic," ungkap Usman yang juga mantan ketua KPUD kabupaten Polewali Mandar.

Senada dengan Usman, Dekan FISIP Unsulbar Burhanuddin juga mengatakan bahwa tantangan paling serius dalam memilih pemimpin berkualitas di pilkada adalah pragmatisnya (sebagian) masyarakat saat terlibat dalam proses pilkada.

"Politik uang telah merusak nilai-nilai demokrasi, masyarakat (sebagian) justru masih lebih mengedepankan kepentingan pragramatis dibanding kepentingan lebih besar, ini menjadi tanggung jawab kita semua untuk terus memberi penyadaran ke masyarakat tentang pentingnya memilih berdasarkan kapasitas calon," katanya.

Dalam diskusi itu terungkap bahwa ketika masyarakat suatu daerah memahami tujuan besar dari pilkada yakni sebagai proses demorkratis memilih pemimpin, maka masyarakat itu saat memilih pemimpin akan lebih mengutamakan kapasitas calon dibanding memilih pemimpin berdasarkan asal usul daerah.

Diskusi juga menyepakati bahwa semua pihak termasuk kampus harus bergerak dalam terus membangun kesadaran pemilih.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026