
Pilkada Toraja Utara Sulit Digelar Pada 2010

Makassar (ANTARA Sulsel) - Pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Kabupaten Toraja Utara, Sulsel, bakal sulit digelar bersamaan dengan 10 pilkada kabupaten lainnya pada 2010 mendatang.
Ketua KPU Sulsel, Jayadi Nas mengatakan, Kamis, mundurnya pilkada disebabkan belum adanya lembaga-lembaga pemerintahan di wilayah pemekaran Kabupaten Tana Toraja itu.
"Susah jika Toraja Utara gelar pilkada pada 2010. Polres, Kejari dan anggota DPRD belum ada. Sementara tanpa elemen tersebut, secara otomatis pilkada tidak bisa dilaksanakan," katanya.
Menurutnya, polres dan kejaksaan harus terbentuk sebelum pelaksanaan pilkada, sebab merekalah yang akan mengurus masalah sengketa pilkada.
"Saya sudah tanyakan ke Kapolda, tapi menurut beliau, Mabes Polri tak mengagendakan pembentukan Polres pada 2010. DPRD juga mutlak, karena mereka yang akan mengusung kandidat," ujarnya.
Kendati begitu, Jayadi mengatakan, KPU Sulsel sudah mempersiapkan Sekretariat KPU Toraja Utara dan sudah menyampaikan usulan ke Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan).
Sekretaris KPU Sulsel, Annas GS mengatakan, yang pertama dibentuk di Toraja Utara adalah sekretariat, termasuk penentuan struktur organisasi dan pengangkatan sekretaris dan stafnya.
"Setelah sekretaris ditetapkan, barulah proses rekrutmen anggota KPU Toraja Utara bisa dimulai," katanya.
Ia menambahkan, jika usulan seketariat itu disetujui Menpan, KPU Sulsel akan segera bersurat ke Gubernur Sulsel untuk pengisian tenaga sekretaris dan staf, sebab penentuan pejabat sekretaris sepenuhnya merupakan wewenang gubernur.
(T.PK-AAT/Z003)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
