Logo Header Antaranews Makassar

Pemprov Kembali Serius Tangani Danau Limboto

Selasa, 1 September 2009 05:44 WIB
Image Print

Gorontalo (ANTARA Sulsel) - Setelah bertahun-tahun tak ada penanganan berate, akhirnya Pemerintah Provinsi Gorontalo kembali serius menangani Danau Limboto yang sudah kritis.

Wakil Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, mengatakan langkah yang harus segera diambil untuk menyelamatkan danau tersebut, diantaranya dengan menetapkan zonasi atau batas danau, serta membuat jalur hijau atau ?green belt?.

"Green belt" tersebut, kata dia, dapat menjadi batas hukum wilayah danau sebagai upaya untuk menjaga Danau Limboto dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab
"Menyelamatkan danau bukan hal yang mudah, sehingga perlu adanya batasan hukum yang mengaturnya dan pemprov telah mengeluarkan perda untuk itu," tukasnya, Selasa.

Pemprov saat ini juga tengah membahas rencana tersebut, bersama sejumlah insinyur serta ahli lingkungan dari berbagai daerah.

Ia berharap, Danau Limboto yang kini hanya mempunyai luas 2.537 hektare serta kedalaman 2 hingga 2,5 meter ini, menjadi perhatian bagi masyarakat terutama yang tinggal di pesisir danau.

Danau tersebut, lanjutnya, mempunyai potensi yang besar seperti perikanan, wisata, industry dan riset.

Permasalahan Danau Limboto paling utama adalah pendangkalan, yang disebabkan oleh serangan enceng gondok dan tanaman air lainnya yang mencapai 70 persen dari perairan danau.

Akibatnya, terjadi penurunan populasi dan jenis biota perairan, serta okupasi tanah timbul di seputaran Danau Limboto.

(T.D015/M031)