
Gong Perdamaian Dunia Dibangun di Taman Victoria

Ambon (ANTARA Sulsel) - Pemprov Maluku telah menetapkan Taman Victoria Ambon sebagai lokasi pembangunan gong perdamaian dunia yang bakal dihadiri Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono tanggal 10 November 2009.
"Ada beberapa lokasi yang diteliti untuk dijadikan lokasi pembangunan gong perdamaian, kita pilih Taman Victoria," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Maluku, Anthonius Sihaloho di Ambon, Selasa.
Lokasi yang diteliti di antaranya Taman Martaphons di kawasan desa Poka, kecamatan Baguala, namun letaknya di luar Kota Ambon, sehingga karena terbatasnya waktu, Taman Victoria akhirnya ditetapkan sebagai lokasi pembangunan.
Gong perdamaian ini akan dibangun secepat mungkin mengingat pelaksanaan hari perdamaian dunia yang jatuh tanggal 10 November dan dipusatkan di Kota Ambon serta akan dihadiri kepala negara, ujar dia.
Selain itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga akan dianugerahi gelar adat 'Upulatu' Perdamaian (Uputalu suatu gelar pemangku adat tertinggi bagi pria -red) di Kota Ambon pada perayaan hari perdamaian dunia tersebut, ujarnya.
"Kami akan merenovasi kembali Taman Victoria di kompleks belakang Kota Ambon dan sebagian rumputnya akan dijadikan pelataran menggunakan batu granit," kata dia.
Menurut dia, bila pembangunan gong perdamaian ini sudah selesai maka pengelolaannya akan diserahkan kepada Pemerintah Kota Ambon untuk melakukan perawatan dan penjagaan agar tidak dimasuki warga untuk tidur-tiduran, berjualan ataupun membuang sampah.
Selain lokasinya di wilayah Kota Ambon, Pemkot juga mempunyai petugas Dinas Kebersihan untuk mengawasi lokasi taman.
Soal rencana pembangunan gong perdamaian ini sudah dilakukan koordinasi antara Pemerintah Kota dan Walikota. Selain itu panitia sudah dibentuk.
"Pengerjaannya akan dipercepat dan harus selesai dalam waktu satu bulan, dan diharapkan sebelum awal November ini sudah tuntas," ujar dia.
(T.PSO-120/D009)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
