
SAPA diluncurkan di Sulsel

"Dengan hadirnya aplikasi ini, diharapkan masyarakat dapat lebih terlibat secara aktif...
Makassar (ANTARA Sulsel) - Aplikasi Sarana Pengaduan dan Aspirasi (SAPA) dan Musrenbang Online Kota Makassar diluncurkan secara resmi di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).
"Dengan hadirnya aplikasi ini, diharapkan masyarakat dapat lebih terlibat secara aktif, dalam mengawasi jalannya roda pemerintahan dan memberikan ruang bagi masyarakat, untuk berpartisipasi dalam perencanaan pembangunan," kata Kepala Pusat Fasilitasi Kerjasama Kemendagri RI Nelson Simanjuntak di sela acara peluncuran tersebut di Makassar, Senin.
Nelson menjelaskan SAPA pada awalnya merupakan aplikasi pengaduan dan aspirasi, untuk kompenen/satuan kerja di lingkungan Kemendagri.
"Aplikasi ini kemudian dikembangkan kepada pemerintah daerah provinsi dan Kabupaten, sebagai upaya mendukungun keterbukaan informasi publik guna meningkatkan kinerja pelayanan pengaduan/aspirasi," jelasnya.
Peluncuran aplikasi tersebut dirangkaikan dengan Workshop Pengembangan Sistem Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah (SIPPD) dan Sistem Pelaporan Kemandagri, yang diselenggarakan oleh Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulsel.
Kegiatan ini bekerjasama dengan Ford Foundation dan Koalisi Untuk Pemberdayaan Masyarakat Sipil. Turut hadir pejabat Bappeda dari 24 Kabupaten /kota.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu`mang yang turut hadir pada kesempatan tersebut mengatakan kegiatan ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi ke pemerintah provinsi dan kabupaten dalam membangun sistem monitoring pembangunan, berkelanjutan dan terpantau oleh masyarakat.
"Dengan sistem monitoring, yang memanfaatkan teknologi sebagai alat pemantau pembangunan baik dari perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan," kata Agus.
Agus menjelaskan, kegiatan ini sangatlah penting terutama dalam sistem perencanaan pembangunan, sehingga tingkat partisipasi masyarakat akan lebih meningkat.
Pewarta : Nurhaya J Panga
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
