
Pemprov Sulbar gelar rakor P3D

"Gaji akan diserahkan pada 1 Januari 2017. Dengan demikian pengelolaan SMA/SMK...
Mamuju (ANTARA Sulbar) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menggelar rapat koordinasi penyerahan personel, prasarana dana, pendanaan serta dokumen (P3D) sebagai tindaklanjut atas kebijakan pengalihan SMA sederajat pada tanggungjawab Pemprov.
Kepala Disdikbud Sulbar Muzakkir Kulasse di Mamuju, Selasa, mengatakan penyerahan personil dan sarana prasarana sekolah telah dilakukan pada 11 Oktober lalu dan kini ditindaklanjuti dengan menggelar Rakor.
"Gaji akan diserahkan pada 1 Januari 2017. Dengan demikian pengelolaan SMA/SMK ini secara utuh akan efektif pada tahun 2017, termasuk soal pembenahan gedung-gedung sekolah yang tadinya tidak pernah disentuh, akan dibenahi secara bertahap," ujarnya di hadapan ribuan guru, kepala sekolah SMA/SMK se-Sulbar, para pengawas sekolah dan pegawai pada Disdikbud Sulbar
"Nanti akan dilakukan pembenahan secara merata," tambah Muzakkir.
Sementara itu Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh, menyambut gembira pelimpahan kewenangan tersebut dan mengaku merasakan ada kesenangan tersendiri ketika membicarakan soal guru.
"Bahwa saya dan semua yang duduk di depan, bisa seperti ini itu karena jasa para guru, karena itu saya sangat menghargai bapak ibu para guru yang hadir di sini," ujar Anwar, sembari menunjuk Sekprov Ismail Zainuddin, Asisten I Pemprov Sulbar, Jamil Barambangi dan Kepala Disdikbud Sulbar, Muzakkir Kulasse, yang duduk di depan.
Terhadap para tenaga pendidik yang hadir, diminta untuk menanamkan rasa bangga dan cinta Sulbar terhadap para anak didiknya.
"Banggalah menjadi warga Sulbar, karena Sulbar yang sekarang dengan yang dulu sudah jauh berbeda. Berkat kerja keras, kita telah membawa daerah ini menjadi dikenal dimana-mana," tegas gubernur, disambut riuh tepuk tangan ditingkahi tawa dari para hadirin.
Gubernur mengaku memahami jika para guru khususnya kepala sekolah saat ini tengah gusar, sering secara tiba-tiba ada pergantian mendadak padahal usia jabatannya baru beberapa bulan.
Anwar, menyakini itu jika kebijakan seperti itu bisa menganggu perencanaan pendidikan di suatu sekolah dan menghambat proses belajar.
Olehnya, Rakor itu juga menyangkut penegasan dan support bagi para guru dan Kepsek agar tidak perlu risau lagi dan melaksanakan tugas dengan tenang, tanpa dibebani dengan intimidasi yang belakangan mulai menguat.
"Setelah SMA/SMK ini beralih ke provinsi tidak boleh lagi ada intimidasi atau semacam hal yang bisa menganggu konsentrasi guru-guru kita. Mereka akan konsen memikirkan bagaimana agar anak-anak kita lulus dengan baik dan bisa memajukan pendidikan di Sulbar," tegasnya.
Bahwa hasil Ujian Nasional UN tahun lalu, Sulbar menempati peringat satu nasional untuk tingkat kelulusan siswa.
"Saya akan membuatkan pembangunan pendidikan di sekolah, sebelum saya tinggalkan," pungkas Anwar.
Pewarta : M Faisal Hanapi
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
