Logo Header Antaranews Makassar

Realisasi Penerimaan PBB Masih Rendah

Kamis, 10 September 2009 22:02 WIB
Image Print

Bantaeng, Sulsel (ANTARA Sulsel) - Hingga posisi September, realisasi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, masih rendah. Total penerimaan PBB baru mencapai 79,31 persen.

Kepala Dinas Pendapatan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (PPKAD), Drs H M Kasir Madong, MSi pada rapat koordinasi tingkat kabupaten yang berlangsung di aula Kantor Bupati Bantaeng, mengatakan, hampir semua kecamatan belum menerima pembayaran PBB secara maksimal.

Ia kemudian menyebut Kecamatan Bantaeng yang baru mencapai 58,71 persen, Kecamatan Ere Merasa 47,02 persen, Kecamatan Tompo Bulu 0,62 persen, Kecamatan Pa?jukukang 52,86 persen dan beberapa kecamatan lainnya yang juga masih rendah.

Karena itu, lanjutnya berharap kepada para pimpinan wilayah kecamatan, lurah dan desa agar lebih aktif memberikan motivasi kepada masyarakatnya untuk melunasi PBB-nya untuk tahun berjalan 2009.

Bupati Nurdin Abdullah pada rakor yang dihadiri Wakil Bupati Bantaeng, HA Asli Mustadjab, Sekda H Syamsuddin, para kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Camat, Lurah dan Kepala Desa juga mengungkap rencana perluasan jalan ke Loka di Kecamatan Ulu Ere pada 2010.

Perluasan jalan tersebut akan dilakukan provinsi. Pemda Bantaeng berkewajiban membebaskan lahan yang terkena perluasan. Karena itu, Camat, Lurah dan Kepala Desa yang wilayahnya terkena proyek agar segera melakukan sosialisasi.

Adapun rencana perluasan jalan mencapai 12 kilometer dengan anggaran sebesar Rp45 miliar, terang Nurdin Abdullah yang berharap jika kelak perluasan jalan bisa dilakukan, otomatis kawasan wisata agro Loka dan Kecamatan Ulu Ere akan berkembang.

Bupati menaruh harapan besar kepada aparat Kepala Desa, Lurah dan Camat untuk menyukseskan proyek perluasan jalan ke Loka tersebut karena akan membawa dampak ekonomi yang baik.

Karena itu, lanjutnya, lakukan pendekatan kepada masyarakat. Siapa tau ada warga yang mau menghibahkan tanahnya, tambah Nurdin Abdullah.

(T.PSO-099/F003)