
Wali Kota Uji Coba Pemanfaatan "Drinking Water"

"Ini adalah teknologi canggih di mana air yang dihasilkan langsung dari mesin `dinking water`...
Makassar (Antara Sulsel) - Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto meninjau langsung pemanfaatan mesin produksi air bersih dan air minum (drinking water) di Kelurahan Bira, Kecamatan Tamalanrea.
"Ini adalah teknologi canggih di mana air yang dihasilkan langsung dari mesin `dinking water` ini bahkan bisa langsung diminum tanpa harus dimasak lagi," ujarnya di Makassar, Rabu.
Danny -- sapaan akrab Ramdhan Pomanto mengatakan, penggunaan teknologi dalam membantu pelayanan kepada masyarakat akan terus dikembangkan demi memenuhi kebutuhan masyarakat.
Ia juga mengaku jika kebutuhan air bersih bagi setiap orang adalah suatu keharusan di mana tidak semua daerah di Makassar aliran air bakunya berjalan lancar.
Karenanya, penggunaan teknologi seperti mesin produksi air bersih menjadi alternatif karena produksi air baku dari Bili-bili, Kabupaten Gowa dan Lekopancing, Kabupaten Maros tidak mampu memenuhi semua warga Makassar.
"Ketersediaan air bersih dan air minum adalah kebutuhan dasar manusia. Konsumsi air bersih dan air minum harus tersedia. Pemerintah hadir untuk menjamin hak warganya," tegasnya.
Dengan mulai memproduksinya mesin tersebut, ia mengharapkan mesin drinking water dapat meningkatkan derajat kesehatan warga Makassar yang selama ini kesulitas mendapatkan air bersih.
Ke depan, pemerintah kota akan mengupayakan mengurangi jumlah wilayah yang kurang terlayani air bersih dengan membangun instalasi PDAM seperti di Kecamatan Tamalanrea.
Sementara itu, Kepala Dinas PU Kota Makassar Muhammad Ansar mengatakan, pengadaan mesin produksi air bersih dan air minum diprioritaskan untuk warga yang kesulitan mendapatkan air bersih.
Disebutkannya mesin drinking water di kelurahan Bira mampu memproduksi air bersih sebanyak 10.000 liter per hari. Sebelumnya, di tahun 2016, Dinas PU Makassar telah mengadakan tiga unit mesin `drinking water` yang ditempatkan di kecamatan Tallo, Tamalate dan Tamalanrea.
"Tahun ini, kembali diadakan 10 unit mesin drinking water, tiga diantaranya akan ditempatkan di pulau dan yang lain akan kami tempatkan pada kecamatan yang sulit mendapatkan air bersih," jelas Kadis Ansar.
Pewarta : Muh Hasanuddin
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
