
DP2 Makassar Serahkan Klaim Asuransi Nelayan

"Ini bentuk kepedulian pemerintah terhadap warganya khususnya nelayan. Jangan sampai...
Makassar (Antara Sulsel) - Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian (DP2) Kota Makassar Abdul Rahman Bando menyerahkan klaim asuransi nelayan kepada ahli waris peserta asuransi nelayan dari kota Makassar.
"Ini bentuk kepedulian pemerintah terhadap warganya khususnya nelayan. Jangan sampai, suaminya meninggal di laut yang di darat menjadi sangat menderita," ujar Rahman Bando di Makassar, Senin.
Klaim asuransi nelayan yang diserahkannya itu langsung kepada ahli waris dari peserta asuransi nelayan kota Makassar yang meninggal sebulan lalu atas nama Ardi (34).
Klaim yang diserahkan sebanyak Rp160 juta dan diterima langsung oleh ahli warisnya disaksikan oleh Lurah Barrang Lompo, Kecamatan Sangkarrang, perwakilan dari Jasa Asuransi Indonesia (Jasindo), serta Babinkantibmas Barrang Lompo.
Rahman Bando menyebutkan, penyerahan klaim tersebut merupakan yang kedua setelah dua bulan sebelumnya juga diserahkan atas nama peserta Dg Tutu.
"Ini adalah bentuk upaya perhatian pemerintah kepada masyarakat nelayan dengan melibatkan pihak asuransi. Apalagi program ini telah dilanjutkan oleh pemerintah pusat," jelasnya.
Adik kandung dari Bupati Enrekang itu mengharapkan agar keluarga yang ditinggalkan tabah menghadapi ujian hidup tersebut dan mengharapkan klaim yang diperoleh tersebut dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kebutuhan hidup dan dijadikan bahan usaha sebagai sumber penghasilan hidup keluarga.
Selain itu, ia mengaku jka sampai saat ini jumlah nelayan kota Makassar yang telah terdaftar menjadi peserta asuransi nelayan sebanyak 2.019 orang.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat berada di Pelabuhan Untia, Kecamatan Biringkanaya akhir tahun lalu meminta program asuransi untuk nelayan harus dilanjutkan dan dikembangkan guna menjamin masa depan kehidupan keluarga nelayan.
Pewarta : Muh Hasanuddin
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
