
NTT Kembangkan Ternak Sapi di 12 Kabupaten

Kupang (ANTARA Sulsel) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) akan mengembangkan peternakan, khususnya ternak sapi di 12 dari 21 kabupaten/kota di daerah tersebut guna mendukung NTT sebagai gudang ternak.
"Kita akan kembangkan ternak sapi di 12 kabupaten di daerah ini," kata Gubernur NTT, Frans Lebu Raya di Kupang, Sabtu.
Ke-12 kabupaten yang menjadi prioritas pengembangan ternak sapi, yakni Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Belu, Lembata, Rote Ndao, Nagekeo, Ngada, Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat dan Sumba Barat Daya.
Gubernur mengatakan, pengembangan ternak sapi secara reguler yang telah dan akan dilakukan sejak 2008-2013, yakni meningkatkan populasi ternak dari 566.464 ekor pada 2008 menjadi 624.556 ekor pada 2013.
Angka Kelahiran ternak sapi dari 24,60 persen pada 2008 hingga 2013, produksi daging 4.770 ton pada 2008 menjadi 5.259 ton pada 2013, produksi karkas 6.360 ton pada 2008 menjadi 7.012 ton pada 2013.
Angka kematian sapi 5,25 persen pada 2008 akan dipertahankan agar tidak naik pada 2013, pengeluaran ternak sapi 8,04 persen pada 2008 hingga 2013 serta Pertumbuhan ternak sapi dari 1,96 persen pada 2008 menjadi 1,99 persen pada 2013.
Guna mewujudkan percepatan pengembangan ternak sapi di 12 kabupaten tersebut, jelas gubernur, maka pemerintah menargetkan populasi sapi pada 2013 sebanyak 722.823 ekor, angka kelahiran sebesar 24,92 persen per tahun dengan jumlah kelahiran pada 2013 sebanyak 180.127 ekor.
Sedangkan, untuk produksi daging ditargetkan sebanyak 6.087 ton, produksi karkas 8.116 ton, kematian ditekan hingga 28.913 ekor, pengeluaran sapi 6,60 persen dan pertumbuhan sebesar 5,04 persen.
Gubernur mengatakan, target tersebut dapat terpenuhi dengan beberapa strategi pencapaian, seperti pengembangan sentra pembibitan, pengembangan tanaman pakan, penyelamatan pemotongan betina produktif, pengendalian pengeluaran ternak potong, revitalisasi kelembagaan dan SDM, pengendalian penyakit hewan menular dan dukungan sarana prasarana.
"Selain itu, dibutuhkan dukungan finansial, dukungan moril, dukungan regulasi dan pengembangan wilayah peternakan," katanya.
Kebijakan operasional yang akan dilakukan, kata gubernur, berupa pengembangan mutu bibit sapi potong, pengembangan pakan ternak sapi, pengendalian penyakit reproduksi dan kesehatan hewan, permodalan dan peningkatan mutu daging sapi yang akan dikirim ke luar daerah.
(T.PSO-085/A041)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
