Logo Header Antaranews Makassar

IDI Sulsel Minta BPJS Perbaiki Sistemnya

Jumat, 27 Oktober 2017 20:00 WIB
Image Print
Ilustrasi Ikatan Dokter Indonesia (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)

Makassar (Antara Sulsel) - Wakil Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sulawesi Selatan dr Marhaen Hardjo bersama anggota IDI lainnya meminta kepada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) agar memperbaiki sistemnya.

"Di sidang-sidang organisasi saat Rakernas IDI dilangsungkan mengeluarkan sejumlah rekomendasi-rekomendasi yang akan diteruskan kepada pemerintah," ujar dr Marhaen Hardjo melalui surat elektroniknya dari Lampung, Jumat.

Dalam rapat kerja nasional (Rakernas) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang digelar di Bandar Lampung itu telah menelurkan beberapa rekomendasi yang diantaranya adalah tentang perbaikan sistem BPJS.

Pada sidang organisasi Komisi F merekomendasikan kepada pemerintah untuk mengatur modal asing dan dokter asing sehingga anggota IDI bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri, tidak hanya menjadi penonton tentunya.

Tidak hanya itu, kata dia, Komisi F juga akan merekomendasikan ke BPJS Kesehatan untuk mengkaji ulang sistem pembayaran berbasi diagnosa penyakit menjadi diagnosa klinis.

"Kami juga akan meminta kepada BPJS untuk menganalisa ulang, segala sistem yang ia terapkan khusunya pada perihal pembayaran dan pelayanan yang saat ini banyak dikeluhkan masyarakat tentunya," katanya.

Selain itu, pada sidang Komisi F oleh PB IDI ini, pihaknya turut merekomendasikan pembuatan kajian tentang remunerasi dokter daripada dokter yang bekerja di fasilitas kesehatan pertama dan lanjutan menjadi lebih baik dari saat ini.

"Segala perihal yang kami rekomendasikan di komisi F PB IDI, demi pelayanan yang terbaik kepada masyarakat tentunya, dan tentunya untuk memenalisir hal yang tidak diinginkan tentunya," tutupnya.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026