Logo Header Antaranews Makassar

Isu SMS Gempa Resahkan Warga Palu

Rabu, 7 Oktober 2009 08:16 WIB
Image Print

Palu (ANTARA Sulsel) - Merebaknya isu pesan singkat (SMS) gelap akan terjadi gempa cukup besar berkisar lebih dari 8,5 Skala Richter (SR), tiga hari terakhir telah meresahkan warga Palu, Sulawesi Tengah.

"Terus terang setiap malam dalam beberapa hari terakhir ini, kami tidak pernah tidur pulas, sebab beredar isu akan terjadinya gempa yang cukup keras di Palu," kata Marthen Lotong, salah seorang warga yang berdomisili di Jln Lembu, Kelurahan Tatura Selatan, Kecamatan Palu Selatan, Rabu.

Ia mengatakan, sekalipun hanya isu, tetapi cukup membuat warga ketakutan, dan terpaksa berjaga-jaga, sebab khawatir jika benar terjadi gempa sewaktu-waktu.

"Saya tidak bisa bayangkan, bagaimana kalau isu itu benar-benar terjadi di Palu, tentu dampaknya akan lebih parah ketimbang gempa yang melanda wilayah Sumatera Barat (Sumbar)," katanya.

Hal senada juga disampaikan Ny Risnah (45), warga Jln Kancil. Ibu rumah tangga itu mengatakan, isu akan terjadinya gempa berkekuatan besar sangat meresahkan masyarakat.

Entah dari mana datangnya isu tersebut, pemerintah dan Badan Meteorlogi dan Geofisikan (BMG) perlu memberikan keterangan sekaligus imbauan agar masyarakat tidak resah, katanya.

Isu bahwa akan terjadi gempa di Palu beredar melalui pesan SMS, dan juga dari mulut ke mulut sehingga membuat warga yang mendengarkannya menjadi gelisah dan khawatir.

Bahkan ada sejumlah warga karena takut, terpaksa tidur di teras rumah agar sewaktu-waktu bisa menyelamatkan diri bila benar terjadi gempa.

Sementara Kepala Stasiun Badan Meteorlogi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sulteng, Mudjianto, meminta kepada masyarakat agar tidak cepat mempercayai isu gempa bumi, seperti yang disebutkan lewat kiriman SMS.

Ia mengakui, selama beberapa hari terakhir ini, kantornya menerima banyak telepon dari warga yang menanyakan tentang isu gelap tersebut.

Menurut dia, isu gelap mengenai akan terjadinya gempa berkekuatan 8,5 SR tersebut tidak ilmiah dan tidak bisa dibuktikan akurasinya.

Jangan cepat percaya, dan apalagi melakukan tindakan gegabah sehingga harus mengungsi karena khawatir akan terjadi gempa bumi. "Yang penting tetap waspada dalam menghadapi segala kemungkinan terjadi bencana alam," pinta dia.

(T.BK03/F002)