Logo Header Antaranews Makassar

Bendung Gerak Danau Tempe Dibangun 2010

Jumat, 16 Oktober 2009 13:46 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA Sulsel) - Pembangunan bendung gerak danau tempe di Kabupeten Wajo, Sulawesi Selatan akan dimulai pada 2010 mendatang.

"Bendung gerak dibangun agar bisa mempertahankan ketersediaan air memasuki musim kemarau," kata Kepala Dinas Pembangunan Sumber Daya Air (PSDA) Sulsel Soeprapto Budisantoso di Makassar, Jumat.

Danau tempe yang merupakan pusat perikanan yang telah menghidupi masyarakat di tiga kabupaten yakni Soppeng, Wajo, dan Sidrap ini membutuhkan upaya penyelamatan dari pemerintah.

Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup kedalaman Danau Tempe saat ini berkisar dua meter lebih, padahal sekitar 40 tahun yang lalu kedalaman danau ini mencapai 30 meter.

Pendangkalan itu terjadi akibat adanya peningkatan sedimentasi pada sungai-sungai yang bermuara ke danau tempe.

Sejauh ini, pemerintah telah menggulirkan beberapa program rehabilitas untuk mengatasi degradasi lingkungan danau yang dimulai dari pengerukan danau, pembuatan bendung gerak hingga reboisasi Daerah Aliran Sungai (DAS).

Soeprapto meminta pemerintah pusat dapat mendukung upaya pemerintah setempat melakukan percepatan reboisasi atau gerakan penghijauan di daerah hulu danau tempe.

Sejauh ini, tiga daerah bertetangga di Sulsel yang berada di sekitar danau tempe sepakat merumuskan kebijakan untuk melakukan penyelamatan danau tersebut.

Mereka sepakat untuk melakukan upaya penyelamatan dengan membenahi pola tangkap ikan masyarakat setempat yang sering menggunakan bahan peledak, bahan beracun serta penggunaan 'pakkonta' (aliran listrik).

Pencemaran perairan akibat pembuangan limbah pabrik dan rumah tangga serta kerusakan habitat akibat penangkapan hasil danau yang tidak ramah lingkungan juga tengah dilakukan ketiga pemerintah kabupaten setempat.

(T.PK-HK/S006)