
Sulbar Target Program SIAK Optimal 2010

Mamuju (ANTARA Sulsel) - Pemerintah Provinsi (Pemprov ) Sulawesi Barat, menargetkan program jaringan Online Sistim Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) akan berjalan optimal pada 2010 mendatang.
Hal ini disampaikan Kepala Biro Pemerintahan dan Catatan Sipil Sekretaris Daerah Sulbar, Drs. H. Khaeruddin Anas, M.Si, di Mamuju, Jumat.
Menurut dia, Pemprov Sulbar telah mengimplementasikan selama satu tahun sistem data kependudukan yang akurat dan muktahir melalui layanan online SIAK, namun tampaknya masih harus berjuang keras agar akses data SIAK yang masih lambat teratasi bisa berjalan optimal.
"Kita akan upayakan pada tahun mendatang layanan online dengan program SIAK pada setiap daerah bisa dimaksimalkan sehingga akses pendataan mulai dari kabupaten dan provinsi hingga pusat bisa memberikan pelaporan yang cepat dan akurat,"ungkapnya.
Mantan Kepala Biro Humas sekprov Sulbar ini menuturkan, pihaknya selama ini telah menegur beberapa daerah yang malas melakukan pendataan penduduk baik secara lisan maupun secara tertulis.
"Kami sudah melayangkan surat agar petugas pendataan penduduk melakukan pendataan secara berkala agar pemerintah dapat melihat sejauh mana perkembangan data penduduk yang ada,"paparnya.
Ia mengatakan, selama ini sistem data perkembangan penduduk tidak berjalan dengan maksimal baik data penduduk lahir, mutasi penduduk maupun penduduk yang meninggal.
"Kita masih kesulitan mendapatkan data valid perkembangan penduduk di Sulbar, karena bagian pendataan penduduk yang ada di daerah kurang bekerja maksimal," tukasnya.
Ia juga mengungkapkan, untuk menetapkan dokumen kependudukan yang seragam dengan menggunakan data nomor identitas kependudukan yang berlaku sebagai pengenal tunggal dengan menerapkan SIAK sebagai sarana penataan administrasi kependudukan sesuai dengan amanat Undang-Undang nomor 37 2007 serta peraturan pemerintah nomor 25 tahun 2008 tentang persyaratan dan tata cara pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil.
(T.PSO-104/S016)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
