
Forum Anak Makassar gelar musrembang anak

Apalagi Makassar sudah masuk kategori Kota Layak Anak dan punya program `Jagai Anakta`. Sehingga penyelesaian kasus berbasis masyarakat pada tingkat kecamatan bisa efektif dilakukan
Makassar (Antaranews Sulsel) - Forum Anak Makassar (FAM) menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah atau musrembang anak angkatan pertama sebagai penguatan dan pengembangan kelembagaan menghadapi perubahan jaman.
"Anak-anak mesti didengar aspirasinya terkait dengan masalah dan kebutuhannya karena itu merupakan pelaksanaan hak partisipasi anak," kata pendiri Lembaga Investigasi Studi Advokasi Media dan Anak (Lisan) Rusdin, di Hotel Celebes Makassar, Kamis.
Bertindak sebagai narasumber dalam kegiatan itu, Rusdi juga memberikan apresiasi atas kegiatan itu dengan mengatakan dalam setiap siklus pembangunan, sejak perencana hingga evaluasi, sebaiknya melibatkan anak-anak di dalamnya.
Menurutnya, peserta Forum Anak berasal dari 15 kecamatan di Kota Makassar harus bisa memetakan masalah dan isu-isu anak di kecamatan masing-masing, juga mencari penyebabnya dan solusinya.
Peserta juga perlu merumuskan bentuk kelembagaan Forum Anak pada tingkat kecamatan dan mengembangkan jejaring dengan berbagai pihak, termasuk LSM dan dunia usaha.
"Apalagi Makassar sudah masuk kategori Kota Layak Anak dan punya program `Jagai Anakta`. Sehingga penyelesaian kasus berbasis masyarakat pada tingkat kecamatan bisa efektif dilakukan," papar Rusdin.
Sementara Kabid Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kota Makassar, Achi Soleman, pada kesempatan itu mengatakan, salah satu alasan Musrenbang anak dilakukan adalah agar bisa mendengar dan mengetahui apa yang diinginkan anak-anak.
Selain itu, tidak harus disampaikan dalam bentuk tertulis tapi bisa juga dalam bentuk gambar. Selama ini, tambah Achi Musrembang yang biasa diikuti orang dewasa lebih banyak mengusulkan program-program yang bersifat fisik, kurang berkaitan dengan aspek pengembangan dan pembangunan karakter anak.
Narasumber lain, Husmirah Huzain, selaku pemerhati perempuan dan anak, juga memberikan materi seputar parenting di era digital yang saat ini berkembang.
Materi terbagi dua bagian yakni digital `immigrant` adalah orang-orang yang tadinya tidak hidup dalam masa digital tapi kini menggunakan digital. Selanjutnya, `digital native` yakni anak-anak yang sejak lahir sudah akrab dengan digital dengan gadget atau ponsel pintar.
"Generasi digital ini bila dilihat jeli dapat memanfaatkan kecanggihan teknologi untuk mengembangkan ide kreatif dan bisnis. Games itu bisa mempengaruhi struktur berpikir yang dalam jangka tertentu mampu prngaruhi kepribadian. Misalnya anak tiba-tiba marah atau kesal," beber dia.
Perempuan yang akrab disapa Ria itu menekankan pentingnya anak-anak kritis dan bijak dalam menggunakan gadget sehingga tidak malah jadi korban kemajuan IT. Pada kegiatan Musrembang Anak juga dirangkaikan dengan memilih Ketua FAM yang baru.
Pewarta : M Darwin Fatir
Editor: Amirullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
