FAN 2019 bahas 13 isu anak

id Pembukaan FAN 2019, FAN di Makassar,Satu Dekade FAN,Forum Anak Nasional,FAN Makassar,isu anak

Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah dan Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kementrian Pemberdayaan, Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) Lenny N Rosalin saat foto bersama dengan perwakilan forum anak pada pembukaan FAN 2019 di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Jumat malam (19/07/2019). ANTARA Foto/Nur Suhra Wardyah

Makassar (ANTARA) - Forum Anak Nasional (FAN) yang  telah memasuki satu dekade selama pelaksanaannya sebagai rangkaian Hari Anak Nasional (HAN), pada 2019 dilaksanakan di Makassar pada 19-22 Juli ini.

FAN 2019 yang secara resmi telah dibuka oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah dan Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan, Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) Lenny N Rosalin di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel di Makassar, Jumat (19/7) malam membahas 13 isu anak.

"Ini sudah 1 dekade Forum Anak Nasional yang dulunya juga Bapak Nurdin Abdullah sebagai pembina Forum Anak Nasional di Kabupaten Bantaeng saat menjabat sebagai Bupati Bantaeng," ungkap Ketua Panitia FAN 2019, Lies Rosdianty saat membacakan laporan kegiatan.

Dimulai pada Sabtu 20 Juli, adapun 13 isu anak yang akan dibahas pada kegiatan nasional ini antara lain entrepreneurship online, kesiapsiagaan bencana, mencegah dampak negatif kemajuan teknologi informasi, perkawinan anak, stunting atau kekerdilan, pola hidup bersih dan sehat.

Ada juga kesehatan mental, revolusi mental, tentang kejujuran (berani jujur itu hebat), masalah trafficking, terorisme serta masalah anak pekerja migran yang ditinggal oleh orang tuanya bekerja ke luar negeri untuk jangka waktu lama dengan jarak yang jauh.

"Sehingga anak-anak bisa lebih empati dan lebih peduli kepada teman-teman mereka yang kurang beruntung," tambah Asisten Deputi Hak Sipil Informasi dan Partisipasi Anak KPPPA itu.

Oleh karenanya “Satu Dekade Forum Anak Nasional, Kita Beda, Kita Bersaudara, Bersama Kita Maju” menjadi tema FAN 2019 yang sudah dilaksanakan selama 10 tahun.

Baca juga: FAN siapkan bibit unggul sebagai tenaga kerja masa depan

"Anak-anak Indonesia berasal dari akar budaya, karakteristik yang berbeda-beda, tetapi mereka diikat dalam persaudaraan, untuk membangun Indonesia maju demi mewujudkan Indonesia yang Layak Anak," paparnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan, Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) Lenny N Rosalin menyampaikan FAN 2019 ini nantinya akan menghasilkan Suara Anak Indonesia usai melakukan diskusi, sharing informasi dan membahas berbagai hal melalui kegiatan AKU LIHAT dan AKU TAHU,

"Kita akan selalu menindaklanjuti hasil pertemuan FAN, dan bukan hanya kami tetapi berbagai sektor yang terlibat. Kita tidak hanya mendengar tetapi juga siap merevisi termasuk merevisi UU no 174 soal isu perkawinan anak," ucapnya.

Bukan itu saja, penyusunan rencana tindak lanjut berupa papan mimpi anak negeri melalui kegiatan AKU AKAN, meningkatkan kesadaran untuk cinta tanah air, menjaga lingkungan, menghargai perbedaan, dan meningkatkan persaudaraan melalui OUTBOND merupakan hasil yang akan dicapai pada event tahunan tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Sulsel juga menyinggung soal stunting sebagai masalah tumbuh kembang anak yang menurutnya harus dianalisa dan membutuhkan kerjasama lintas sektor secara komprehensif.

"Soal stunting juga akan mempengaruhi tumbuh kembang anak kita karena itu ini harus dianalisa sebagai hal yang kompleks dan membutuhkan kerjasama berbagai elemen," katanya.

Selain itu juga akan digelar pengukuhan pengurus Forum Anak Tahun 2019 – 2021 dan penganugerahan Data Forum Anak (DAFA) AWARD kepada Forum Anak provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, sampai tingkat desa/kelurahan atas prestasinya terkait pendataan profil Forum Anak.

Pewarta :
Uploader: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar