Asap kebakaran TPA Makassar bisa akibatkan kanker hingga stunting
Selasa, 17 September 2019 12:14 WIB
Kondisi kebakaran TPA Tamangapa di Kelurahan Antang Kecamatan Manggala Kota Makassar yang telah berlangsung selama 15 jam dipastikan berbahaya bagi kesehatan. ANTARA Foto/HO-Humas ACT
Makassar (ANTARA) - Asap akibat kebakaran Tempat Pembuangan Akhir Tamangapa di Kelurahan Antang Kecamatan Manggala Kota Makassar yang telah berlangsung selama 15 jam berbahaya bagi kesehatan dan bisa mengakibatkan kanker hingga stunting bagi balita, kata akademisi Universitas Hasanuddin Anwar Mallangi.
Anwar Mallangi yang juga dosen prodi Kesehatan Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Hasanuddin di Makassar, Selasa, menjelaskan kebakaran sampah di TPA menimbulkan emisi karsinogenik maupun non karsinogenik yang secara bebas penyebarannya akan dibawa oleh udara.
"Hasil kebakaran emisi karsinogenik ini sifatnya bisa menyebabkan kanker bagi siapa saja yang menghirupnya dalam jangka waktu lama dan sering terpapar," ungkap Anwar.
Bukan itu saja, emisi kebakaran sampah mampu menghambat pertumbuhan dan perkembangan bagi bayi dan balita hingga menyebabkan stunting dari partikel beracun yang dibawa oleh udara kemudian dihirup.
Sementara pada jangka panjangnya, jika partikel ini terus dihirup dalam jangka waktu lama bisa mengakibatkan stres dan darah tinggi atau hipertensi.
Dari kebakaran sampah itu, dipastikan ribuan hingga ratusan ribu partikel akan beterbangan dibawa udara. Ukuran partikel ini diameternya 10 kali lebih kecil dari diameter rambut sehingga sangat mudah dihirup dan mencemari tubuh.
"Untuk partikel yang besar mungkin saja masih bisa tersaring lewat bulu hidung, tetapi untuk partikel ini akan sangat mudah masuk dalam tubuh karena sangat kecil," tambahnya.
Kandidat profesor itu juga mengemukakan bahwa dampak kesehatan dari kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa bisa terjadi lebih cepat jika exposure pencemaran semakin lama.
Oleh karena itu, ia menyarankan agar semua pihak yang terlibat dalam memadamkan api maupun mereka yang terjun menangani dampak kebakaran tetap mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) seperti masker, sarung tangan dan sepatu agar tidak terpapar asap hasil kebakaran.
Anwar Mallangi yang juga dosen prodi Kesehatan Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Hasanuddin di Makassar, Selasa, menjelaskan kebakaran sampah di TPA menimbulkan emisi karsinogenik maupun non karsinogenik yang secara bebas penyebarannya akan dibawa oleh udara.
"Hasil kebakaran emisi karsinogenik ini sifatnya bisa menyebabkan kanker bagi siapa saja yang menghirupnya dalam jangka waktu lama dan sering terpapar," ungkap Anwar.
Bukan itu saja, emisi kebakaran sampah mampu menghambat pertumbuhan dan perkembangan bagi bayi dan balita hingga menyebabkan stunting dari partikel beracun yang dibawa oleh udara kemudian dihirup.
Sementara pada jangka panjangnya, jika partikel ini terus dihirup dalam jangka waktu lama bisa mengakibatkan stres dan darah tinggi atau hipertensi.
Dari kebakaran sampah itu, dipastikan ribuan hingga ratusan ribu partikel akan beterbangan dibawa udara. Ukuran partikel ini diameternya 10 kali lebih kecil dari diameter rambut sehingga sangat mudah dihirup dan mencemari tubuh.
"Untuk partikel yang besar mungkin saja masih bisa tersaring lewat bulu hidung, tetapi untuk partikel ini akan sangat mudah masuk dalam tubuh karena sangat kecil," tambahnya.
Kandidat profesor itu juga mengemukakan bahwa dampak kesehatan dari kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa bisa terjadi lebih cepat jika exposure pencemaran semakin lama.
Oleh karena itu, ia menyarankan agar semua pihak yang terlibat dalam memadamkan api maupun mereka yang terjun menangani dampak kebakaran tetap mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) seperti masker, sarung tangan dan sepatu agar tidak terpapar asap hasil kebakaran.
Pewarta : Nur Suhra Wardyah
Editor : Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkot Makassar bebaskan 20 bidang lahan untuk perluasan TPA Antang Tamangapa
30 December 2025 22:21 WIB
Mencari solusi pengelolaan sampah di Makassar, suara hati pekerja TPA Antang
20 December 2025 20:19 WIB
DLH Makassar imbau warga waspada daging sapi asal TPA, waspada coto murah
20 December 2025 18:58 WIB
DLH Sulbar identifikasi TPA sampah terbuka untuk direvitalisasi menjadi "sanitary landfill"
16 April 2025 18:21 WIB
Wagub Sulsel bagikan ratusan sembako bagi petugas TPA Makassar, termasuk penggali kubur
15 March 2025 9:57 WIB
Pj Gubernur Sulsel salurkan bantuan kepada korban kebakaran TPA Antang
04 September 2024 10:49 WIB, 2024
Terpopuler - Kesehatan
Lihat Juga
Bantuan emergensi kesehatan berbasis aplikasi hadir di Sulawesi Selatan
17 January 2020 6:16 WIB, 2020
Karyawan Sharp Indonesia laksanakan trauma healing untuk korban banjir
09 January 2020 5:37 WIB, 2020