Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Rombongan Tim Talas dari Kabupaten Pinrang yang dipimpin Sekretaris Kabupaten H Amir Mangapo melihat langsung proses pengolahan ikan dan talas yang berlangsung di industri pengolahan ikan dan talas milik PT Global Seafood International Indonesia (GSII), di Bantaeng, Selasa.

Kunjungan ke perusahaan kerjasama Jepang-Indonesia tersebut dilakukan usai melihat langsung proses pembibitan talas jenis safira (talas tikus) di Talakayya, Desa Bonto Tangnga, Kecamatan Uluere serta talas usia tiga bulan dan siap panen di Desa Bonto Tallasa Kecamatan Uluere.

Kedatangan Tim Talas Pinrang tersebut diterima Direktur Utama PT GSII Rilman Abdullah, Direktur Operasional Irfan Arief, Direktur Perusda Baji Minasa Arifuddin Paulangi dan para petinggi perusahaan yang bermarkas di Kecamatan Pa'jukukang itu.

Rilman Abdullah bersama Irfan Arief menjelaskan proses pengolahan ikan menjadi surimi beku dan berbagai jenis produk lainnya.

Demikian pula dengan proses pengolahan talas yang juga diekspor ke Jepang. "Semua produk, termasuk limbah hasil produksi di perusahaan ini di ekspor ke negeri sakura Jepang," terang Irfan Arief.

Sekkab Pinrang  Amir Mangapo yang memimpin rombongan berjumlah 20 orang itu mengemukakan ketertarikan pihaknya untuk turut dalam pengembangan talas.

Ketertarikan tersebut berawal ketika Bupati Pinrang Andi Aslan Patonangi melakukan perjalanan dengan Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah ke Jepang, awal Mei 2010.

Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari pembicaraan kedua pimpinan daerah tersebut sebab komoditi talas memiliki pasar ekspor, terutama ke Jepang.

Negara Matahari Terbit tersebut membutuhkan talas dalam jumlah besar. Staf Ahli Bupati Bantaeng bidang Pertanian Dr Mokhtar Nawir mengatakan, Jepang membutuhkan talas 360 ribu ton/tahun.

Dari jumlah tersebut, Bantaeng hanya mampu memasok 8.000 ton/tahun. Karea itulah, diperlukan keterlibatan daerah lain untuk memenuhi permintaan komoditi yang mengandung zat pembasmi kanker dan diabetes tersebut.

Selama di Bantaeng, tim talas Pinrang juga belajar pengurusan mobil bantuan Jepang berupa unit Pemadam Kebakaran dan Ambulance serta pengembangan ternak di daerah ini.

Khusus pengembangan talas, pada tahap awal Pinrang menyiapkan lahan 20 ha. Lahan seluas itu disiapkan di Rampusa, Kelurahan Betteng, Kecamatan Lembang, ujarnya.(T.KR-AAT/F003)