PLN operasikan SUTT untuk smelter di Sultra
Kamis, 22 April 2021 13:58 WIB
Ilustrasi. PLTU Nii Tanasa, Sulawesi Tenggara. ANTARA Foto/HO-Humas PLN
Makassar (ANTARA) - PT PLN (Persero) telah mengoperasikan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) bertegangan 150 kilo Volt (kV) Incomer Kolaka Smelter dan Gardu Induk (GI) 150 kV Kolaka Smelter untuk memasok energi listrik guna menunjang fasilitas pemurnian mineral logam di Sulawesi Tenggara.
“Alhamdulillah, kita dapat menyelesaikan Proyek Strategis Nasional (PSN) Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan ini. Pemberian tegangan perdana (energize) telah berhasil dilaksanakan pada hari awal April lalu,” kata Zulkifli melalui keterangannya di Makassar, Kamis.
PLN juga sedang membangun jaringan transmisi 150 kV sepanjang 167 kms yang terbentang di antara Kendari - Andolo - Tinanggea dan GI Tinanggea Switching.
Selain untuk mendukung pemenuhan listrik pelanggan umum, infrastruktur ini juga dibangun untuk memenuhi kebutuhan listrik Smelter PT BSI sebesar 100 MVA pada tahap 1 yang diperkirakan sudah dapat energize pada bulan Oktober 2021 mendatang.
Deputi Direktur PT Ceria Nugraha Indotama (CNI) Djen Rizal sebagai pelanggan premium platinum PLN di Kolaka menyampaikan bahwa telah melaksanakan penandatangan Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (SPJBTL) pada tahun 2018 dan berkomitmen untuk membangun pabrik smelter di Kolaka.
Rencananya, pabrik berupa smelter Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) dan High Pressure Acid Leaching (HPAL) ditargetkan rampung pada tahun 2024.
“Terimakasih kepada PLN dengan cepat telah membangun infrastruktur kelistrikan untuk menunjang kebutuhan listrik smelter RKEF dan HPAL Ceria," katanya.
Selain itu, Djen Rizal komitmen untuk mempercepat pembangunan smelter, agar dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan investasi nasional.
“Alhamdulillah, kita dapat menyelesaikan Proyek Strategis Nasional (PSN) Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan ini. Pemberian tegangan perdana (energize) telah berhasil dilaksanakan pada hari awal April lalu,” kata Zulkifli melalui keterangannya di Makassar, Kamis.
PLN juga sedang membangun jaringan transmisi 150 kV sepanjang 167 kms yang terbentang di antara Kendari - Andolo - Tinanggea dan GI Tinanggea Switching.
Selain untuk mendukung pemenuhan listrik pelanggan umum, infrastruktur ini juga dibangun untuk memenuhi kebutuhan listrik Smelter PT BSI sebesar 100 MVA pada tahap 1 yang diperkirakan sudah dapat energize pada bulan Oktober 2021 mendatang.
Deputi Direktur PT Ceria Nugraha Indotama (CNI) Djen Rizal sebagai pelanggan premium platinum PLN di Kolaka menyampaikan bahwa telah melaksanakan penandatangan Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (SPJBTL) pada tahun 2018 dan berkomitmen untuk membangun pabrik smelter di Kolaka.
Rencananya, pabrik berupa smelter Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) dan High Pressure Acid Leaching (HPAL) ditargetkan rampung pada tahun 2024.
“Terimakasih kepada PLN dengan cepat telah membangun infrastruktur kelistrikan untuk menunjang kebutuhan listrik smelter RKEF dan HPAL Ceria," katanya.
Selain itu, Djen Rizal komitmen untuk mempercepat pembangunan smelter, agar dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan investasi nasional.
Pewarta : Nur Suhra Wardyah
Editor : Anwar Maga
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Direktur Kemendiktisaintek dorong kampus hilirisasi riset sesuai kebutuhan
03 December 2025 19:10 WIB
BP3MI Sulsel memfasilitasi pelatihan barista bagi calon PMI ke luar negeri
30 October 2025 21:28 WIB
Terpopuler - Jasa
Lihat Juga
Menkeu Purbaya tambah DAU Rp7,66 triliun untuk THR dan gaji ke-13 guru ASN daerah
29 December 2025 18:40 WIB
PLN UUD Sulselrabar kembali terjunkan 21 personel, pulihkan listrik di Aceh
19 December 2025 18:30 WIB
Menkeu Purbaya: Anggaran penanganan bencana Sumatera tak hambat laju ekonomi
15 December 2025 15:31 WIB