Bupati Mamuju Mulai Pembangunan Ponpes Desa Tadui
Jumat, 7 Maret 2014 11:30 WIB
Bupati Mamuju, Suhardi Duka saat peletakkan batu pertama pembangunan Pondok Pesantren di Desa Tadui, Kabupaten Mamuju, Sulbar, Jumat (7/3) ANTARA FOTO/Aco Ahmad
Mamuju (ANTARA Sulbar) - Bupati Mamuju, Sulawesi Barat, H.Suhardi Duka meletakkan batu pertama tanda dimulainya pembangunan Pondok Pesantren di Desa Tadui, Kecamatan Mamuju.
"Pembangunan Ponpes hingga kini belum diberi nama. Nanti kita lihat nama yang tepat untuk Ponpes ini," kata Ketua Panitia Pembangunan Ponpes, Drs Jalaluddin Duka di Mamuju, Jumat.
Menurutnya, pembangunan Ponpes ini akan dibangun secara bertahap dilokasi seluas kurang lebih 10 Ha, dengan total anggaran kurang lebih Rp1,2 Milliyar.
"Tahap pertama ini akan dibangun tiga Ruang Kelas Belajar (RKB), dua lokal bangunan kantor, satu lokal asrama, dan satu lokal Mesjid dengan total anggaran kurang lebih Rp1,2 Miliar," ucapnya.
Bupati Mamuju, Dr. H. Suhardi Duka mengatakan, Pesarten tersebut disiapkan untuk kegiatan pendidikan dan kegiatan usaha.
"Sudah kita siapkan tiga hektar untuk pendidikannya dan tujuh hektarnya disiapkan untuk usaha. Kemudian, saat ini sementara kita sudah tanami semua kakao. Hasil dari usaha tersebut 600 juta dalam satu tahun. Dengan cara itu maka saya kira bisa menghidupi pondok pesantren ini," jelasnya.
Suhardi Duka menegaskan bagi mereka yang kurang mampu bersekolah di pesantren tersebut akan digratiskan.
Bupati dua periode mengatakan, pondok pesantren tersebut didesain untuk membina anak untuk melahirkan genarasi muda yang mempunyai kualitas ketaqwaan dan pendidikan agama Islam yang baik.
Disamping itu pesantren tersebut didesain juga untuk Madrasa Aliyah Kejuruan (MAK).
Kepala Kantor Depertemen Agama Kabupaten Mamuju Drs.H. Adnan Nota menyampaikan, sangat bersyukur atas adanya pondok pesantren yang dibangun oleh Bupati Mamuju serta keluarganya.
"Kita minta agar panitia pembangunan Ponpes melengkapi berkas untuk mendukung pengembangan kelembagaan yayasan ini," ungkap Adnan Nota. M Yusuf
"Pembangunan Ponpes hingga kini belum diberi nama. Nanti kita lihat nama yang tepat untuk Ponpes ini," kata Ketua Panitia Pembangunan Ponpes, Drs Jalaluddin Duka di Mamuju, Jumat.
Menurutnya, pembangunan Ponpes ini akan dibangun secara bertahap dilokasi seluas kurang lebih 10 Ha, dengan total anggaran kurang lebih Rp1,2 Milliyar.
"Tahap pertama ini akan dibangun tiga Ruang Kelas Belajar (RKB), dua lokal bangunan kantor, satu lokal asrama, dan satu lokal Mesjid dengan total anggaran kurang lebih Rp1,2 Miliar," ucapnya.
Bupati Mamuju, Dr. H. Suhardi Duka mengatakan, Pesarten tersebut disiapkan untuk kegiatan pendidikan dan kegiatan usaha.
"Sudah kita siapkan tiga hektar untuk pendidikannya dan tujuh hektarnya disiapkan untuk usaha. Kemudian, saat ini sementara kita sudah tanami semua kakao. Hasil dari usaha tersebut 600 juta dalam satu tahun. Dengan cara itu maka saya kira bisa menghidupi pondok pesantren ini," jelasnya.
Suhardi Duka menegaskan bagi mereka yang kurang mampu bersekolah di pesantren tersebut akan digratiskan.
Bupati dua periode mengatakan, pondok pesantren tersebut didesain untuk membina anak untuk melahirkan genarasi muda yang mempunyai kualitas ketaqwaan dan pendidikan agama Islam yang baik.
Disamping itu pesantren tersebut didesain juga untuk Madrasa Aliyah Kejuruan (MAK).
Kepala Kantor Depertemen Agama Kabupaten Mamuju Drs.H. Adnan Nota menyampaikan, sangat bersyukur atas adanya pondok pesantren yang dibangun oleh Bupati Mamuju serta keluarganya.
"Kita minta agar panitia pembangunan Ponpes melengkapi berkas untuk mendukung pengembangan kelembagaan yayasan ini," ungkap Adnan Nota. M Yusuf
Pewarta : Oleh Aco Ahmad
Editor : Daniel
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Lurah Simboro di Mamuju sebut keberadaan Posbankum sangat membantu masyarakat
30 January 2026 18:34 WIB
Polresta Mamuju dan organisasi mahasiswa teken kesepakatan demonstrasi damai
15 January 2026 19:59 WIB
Gubernur Sulbar luncurkan pelayanan rujukan stunting terpadu di RSUD Mamuju
23 December 2025 19:31 WIB