Makassar (ANTARA) - Ketua Ikatan Alumni Britania Raya (IABA) Indonesia yang Staf Ahli Menteri Pekerjaan Umum (PU) Triono Junoasmono mengatakan setiap tahun terdapat sekitar 3.000 alumni pendidikan Britania Raya di Indonesia yang memiliki potensi besar dalam pengembangan pendidikan, kesehatan, dan pembangunan sosial yang berdampak bagi masyarakat.
“IABA berdiri sejak 15 November 1990. Kami berharap IABA Sulawesi Selatan (Sulsel) dapat menjadi chapter terdepan, baik aktif secara organisasi maupun aktif memberi kontribusi nyata kepada masyarakat. Motto IABA adalah ‘Berdampak untuk Negeri’,” kata Staf Ahli Menteri PU Bidang Hubungan Antar Lembaga Triono Junoasmoro dalam keterangan di Makassar, Minggu.
Ia mengatakan pembentukan IABA Sulsel menjadi upaya ikatan alumni tersebut untuk memperluas kontribusi melalui berbagai program yang berdampak langsung bagi masyarakat di Indonesia.
Sementara Ketua IABA Sulsel Abdullah Sanusi mengatakan pihaknya mengadakan Program IABA for Impact untuk memberikan kontribusi nyata, khususnya agar anak-anak yang memiliki akses terbatas mendapatkan kesempatan untuk bermimpi.
Abdullah menuturkan buku IABA English for Impact disusun sebagai media pembelajaran yang lebih inklusif dan mudah diterapkan dalam proses belajar mengajar.
Program tersebut juga diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara komunitas alumni, pemerintah, sektor swasta, dan institusi pendidikan.
“Kami ingin menghadirkan pendidikan Bahasa Inggris yang lebih inklusif dan aplikatif bagi anak-anak serta guru di berbagai daerah. Kami juga ingin membangun ekosistem yang kolaboratif dan membuka jalur kerja sama dengan pemerintah, sektor swasta, dan berbagai pihak lainnya,” kata Abdullah Sanusi.